Merasa Sedih karena Masalah, Yuk Fokus ke Solusi

Love your self

Shalomm..

Salam jumpa buat teman-teman yang meluangkan waktu membaca blog ini

Pernahkah kamu merasa sedih akan suatu hal lalu perasaan itu semakin dalam dan dalam sehingga membuatmu merasa kamu enggak punya apa-apa untuk dibanggakan dan berujung pada perasaan tak berguna dan membuat otakmu berpikir

“aku enggak bisa ngapa-ngapain dan tak berguna.”

Sedih
Kalau iya, maka jawabannya kamu enggak sendirian. Jutaan orang di Dunia pernah mengalami hal tersebut. Alasannya beragam intinya karena masalah yang membuat sedih. bisa karena belum bekerja dan melihat media sosial orang lain tampak bahagia. Bisa karena enggak punya uang. Bisa karena patah hati. Dan banyak lagi. Masalah-masalah itu berputar-putar dalam kepala dan menciptakan perasaan tak berguna dan dan bahkan bisa sampai depresi. Kamu bisa baca soal depresi di sini.

Oleh karena itu jika punya masalah jangan fokus pada masalah, tapi pada solusi.

Fokus ke solusi

Fokus ke solusi itu susah. Susah banget. Otak diprogram menciptakan pikiran spontan yang negatif, apalagi kalau selama hidup kita sering mengalami hal negatif. Misalnya, seorang anak korban perceraian menyimpan perasaan bahwa semua orang pasti akan berpisah, dia tumbuh jadi orang dewasa yang protektif dan penuh curiga sama pasangannya. Seorang anak yang sejak kecil dipukul sama orangtuanya, cenderung pemarah dan merasa setiap orang bisa jadi ancaman. Dan masih banyak lagi contoh yang lain. Namun tidak semua anak korban perceraian akan memiliki masalah kepercayaan saat dewasa. Itu semua tergantung bagaimana dia mengatur pikirannya. Kita bisa banget mengubah perasaan sedih dan pikiran negatif itu. Caranya dengan fokus di solusi

Aku sendiri adalah orang yang pemarah dan susah mengontrol emosi. Aku pernah hidup bertahun-tahun hanya untuk menyenangkan orang lain. Hasilnya aku samasekali tidak bahagia. Buat apa disukai orang tetapi tidak bahagia? Aku pun mencoba menerapkan pola pikir mengubah presepsi. Setiap kali aku bersedih karena masalah, aku enggak akan membiarkan pikiranku berfokus pada masalah itu.
Misalnya aku baru aja menghabiskan banyak uang untuk membeli hal tak jelas, padahal waktu masih panjang untuk terima gaji. Kalau aku membiarkan diriku memikirkan masalah uang enggak ada, aku akan tersesat dalam pikiran negatif. Aku enggak pandai mengatur uang, aku payah, pantasan aku selalu kehabisan uang dll. Alih-alih aku coba berfokus pada solusi. Aku mengirim perintah pada alam bawah sadarku
“Kita telah menghabiskan uang tapi tak apa-apa. Mari fokus ke solusi bagaimana bertahan hidup dengan uang yang ada.”
Mantera itu berhasil. Aku akhirnya tidak cemas dan setiap kali pikiran tentnag kehabisan uang muncul mantra itu kuulang lagi.

Percaya pada dirimu

Beberapa waktu yang lalu seorang teman bercerita tentang patah hati karena kekasihnya selama 3 tahun selingkuh. Patah hati memang hal yang membuat sedih sekali. Jangan pernah anggap remeh patah hati dan jangan pernah berpikiran kuat jika patah hati. Menangislah, bersedihlah, tapi jangan larut.. saran aku jangan fokus ke alasan patah hatinya tetapi ke solusi. Apa yang dilakukan agar hati semakin baik. Bisa dengan memulai aktifitas baru atau hal baru. Kembali bercengkrama dengan teman lama yang terlupakan karena pacaran, dan lain-lain. Untuk teman itu aku menyuruhnya membaca mantera..
“Aku memang sakit hati karen patah hati, tapi aku memiliki hati yang kuat dan masa depan yang lebih baik. Aku bisa mengatasinya.”
Kalian bisa juga mengikuti contoh ini jika sedang patah hati. Setiap kali brsedih karena mengingat mantan, ulangi berkali-kali.

Inti dari postingan blog ini adalah jika punya masalah dan bersedih, jangan fokus ke masalah tetapi fokus pada solusi. Masalah akan selamanya seperti itu. Dipikir bertahun-tahun pun tetap seperti itu. Sebaliknya solusi membuat masalah terselesaikan. Lalu mulailah membisikan mantera pada diri sendiri
“Masalah ini berat, tetapi kita punya kemampuan untuk menyelsesaikan, mari selesaikan.”

Hanya Kita yang Dapat Menolong diri kita sendiri

Kamu mungkin familiar dengan perkataan itu. Dan benar adanya. Hanya kita yang dapat menolong diri kita sendiri. Aku merasakan perbedaan luar biasa antara aku setahun lalu dan sekarang. Setahun lalu, aku menyadari aku hidup dengan memelihara pikiran negatif dan akhirnya pikiran itu membusuk di kepala. Aku jadi suka irihati, bergosip, memfitnah, dan suka menjilat. Namun ketika aku sadar ada yang salah dengan diriku dan mencoba perlahan-lahan menolong diriku agar bebas, aku jadi sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan buruk terutama iri hati. Hal inilah yang melandasiku untuk rebranding blog. Aku memutuskan untuk mengubah niche blogku dari life style ke mental health. Aku memutuskan untuk berhenti entah sampai kapan memoneytize blogku dan menulis tentang menjadi pribadi yang baik.

Kamu berhasil jadi lebih baik
Aku berharap kalian yang membaca tulisan ini dapat menjadi pribadi yang baik juga yah. Aku akan berusaha menulis setiap hari dan minimal seminggu sekali. Selama bulan juni aku akan berfokus pada mengubah pikiran negatif..
Sampai jumpa di postingan berikutnya

Sumber gambar dari Pixabay

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *