Menghayati Nilai Pancasila Lebih Dalam dengan Nobar Film Lima bersama PPM Manajemen

Sebagai orang Indonesia, Pancasila menjadi satu hal yang membanggakan. Kelima silanya merupakan pegangan kita orang Indonesia dalam melakukan hal sehari-hari. Namun demikian terkadang kita lupa caranya mengamalkan sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kita terkadang masih enggak adil sama orang lain dan terutama memperlakukan orang lain dengan buruk karena dia berbeda dengan kita.  Pancasila hanya menjadi lambang dan sila-silanya hanyalah hafalan saja tanpa menghayati arti dan menerapkannya dalam kehidupan kita. Percuma hafal pancasila kalau hidup penuh kebencian.  Hal yang sama aku dapatkan ketika mengikuti Nobar film Lima bersama PPM Manajemen di CGV GI

IMG-20180608-WA0017

Pak Bramantio

“Kami di PPM berusaha untuk menerapkan nilai pancasila dalam kehidupan berorganisasi. Di kampus misalnya mahasiswa sejak awal ditanamkan betapa pentingnya berperilaku sesuai nilai pancasila seperti adil, jujur, dan sebagainya.” Ujar Pak Bramantio Djohanputro, executive Director PPM Manajemen setelah selesai menonton film Lima. Lebih lanjut kata beliau film Lima ini memang menjadi salah satu film yang menarik perhatian PPM Manajemen karena temanya yang mengusung lima nilai pancasila

Sekilas tentang film Lima

lima-1073

Film Lima merupakan film menarik. Film ini berkisah tentang sebuah keluarga yang terdiri dari Fara, Aryo, dan Adi. Ketiga adik berkakak ini baru saja ditinggal mati oleh ibu mereka. Yang menarik film ini disutradarai oleh lima sutradara dan setiap sutradara memegang masing-masing 1 Sila. Salah satu dari sutradara film ini adalah Lola Amaria yang memegang sila ke tiga, persatuan Indonesia. Setiap bulir dalam film ini masing-masing mengisahkan penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tentang Tuhan, tentang kemusian, tentang persatuan, tentang musyawarah mencapai mufakat, hingga keadilan.

Bagi saya sendiri yang menarik dari film ini adalah, pengamalan sila ke 4, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Kita akan melihat bagaimana keluarga itu saling bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Bagi aku inilah yang kadang kurang di keluarga Indonesia. Jarang sekali orangtua dan anak berkumpul dan bermusyawara soal keputusan atau hal yang ingin dilakukan. Kebijaksanaan hendaknya dilakukan sejak dari keluarga. Orangtua harus melatih kebijaksanaan dalam mengambil keputusan sejak anak kecil. Yang jelas film Lima ini film baik yang harus orang indonesia tonton.

Pancasila dan PPM Manajemen

Sejak awal PPM Manajemen memang mengistimewakan Pancasila. Nobar Film Lima ini pun sebenarnya merupakan rangkaian perayaan hari lahir pancasila 1 Juni kemarin. PPM Manajemen sendiri selalu memperingati tiga hari penting yaitu 1 Juni hari kelahiran pancasila, 3 Juli hari kelahiran PPM manajemen, dan 17 Agustus hari kemerdekaan Indonesia. PPM manajemen berharap hari-hari ini akan selalu dirayakan. Bukan hanya dirayakan tetapi juga diamalkan.

PPM Manajemen

Layanan-layanan PPM Manajemen dapat dilihat di websitenya

“Budaya pancasila memang melekat erat dalam budaya PPM Manajemen. Bahkan Satpam dan OB kami saja jujur dan tidak pernah menerima uang dari tamu atau mahasiswa. Kami sendiri juga takjub dengan kelakuan itu. Selain itu budaya kerja di PPM Manajemen juga saling menghargai. Kami melihat perbedaan agama dan suku sebagai hal yang akan membuat indonesia semakin maju dan kaya.” Ujar Pak Bramantio lagi.

IMG-20180608-WA0037

Para Blogger

Nobar film Lima ini memang menyenangkan dan membangkitkan kembali rasa mencintai negeri ini. Aku menyadari bahwa aku sendiri masih hanya menghafal pancasila tanpa pernah menghayatinya dan mengamalkan nilainya dalam kehidupan sendiri. Nobar film Lima dengan PPM Manajemen menyadarkanku bahwa orang Indonesia akan maju dan berjaya jika rakyatnya menjalani hidup dengan mengamalkan nilai pancasila..

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *