Artikel

Kemeja wanita lokal: item fesyen bernilai sejarah

May 30, 2018

Kalau kamu mau interview kerja, apa yang pertama kamu cari? Pasti kemeja wanita! Item fashion satu ini emang dibutuhin banget buat busana formal. Makin lama, item ini dipakai kebanyakan orang di acara-acara kasual. Gak cuma ke kantor, tapi juga buat jalan-jalan.

Kemeja Wanita

Asal-usul kemeja hingga dipakai setiap pekerja di kota-kota besar Indonesia

Penasaran gak sih sama sejarah kemeja wanita? Awalnya hanya ada satu jenis kemeja, yaitu yang berwarna putih. Dulu, kemeja merupakan baju para bangsawan. Bangsawan Eropa abad ke-17 biasa memakai model kemeja yang dihiasi renda pada bagian dada dan lengan. Mereka juga biasa memadukannya dengan busana tuxedo.

Pada awal 1800an, kemeja mulai berkembang. Salah satu model paling mewah adalah bulu-bulu, atau model ruff. Sayangnya, bahan ruff berkarakter kaku sehingga menyulitkan pemakainya bergerak. Akhirnya pada 1902 HG, Wells membuat model baju berkerah yang bisa dilipat.

Awal masuk ke Indonesia

Pada tahun 1918, kemeja wanita diperkenalkan saudagar ke Indonesia. Namun, awalnya belum banyak diminati masyarakat lokal karena terbiasa pakai batik.

Pada tahun 1975, dibuka pabrik garmen pertama di Indonesia. Ia memproduksi kemeja wanita Alisan. Modelnya sendiri bermotif polos dan dibalut 2 kantong. Ada juga perpaduan warna pada kerah dan lengan. Alisan terkenal karena bahannya kuat dan warnanya gak mudah pudar. Selain itu, bahannya lembut dan nyaman buat dipakai, gak heran harganya cukup mahal.

Kepopuleran kemeja wanita bikin banyak pengrajin Indonesia membuat produk ini. Tapi, para pengrajin sedang menghadapi hambatan besar. Ekspansi produk Cina memberikan tekanan pada mereka.

Sisi lain kebijakan CAFTA bagi pelaku ekonomi di Indonesia

Sekarang, barang Cina gampang masuk ke Indonesia karena perjanjian CAFTA disepakati. CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) adalah perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN dan China.

Pedagang Tanah Abang mengaku kalau ia lebih memilih menjual barang Cina daripada lokal. Soalnya, harganya lebih murah. 80% item di pasar Tanah Abang didominasi sama produk Cina.

Di tempat lain, seorang pedagang mainan anak mengaku tokonya didominasi mainan anak asal Cina. Menurutnya, mainan asal Cina cenderung lebih awet dan gak mudah rusak. Gak cuma di pusat kota aja, ternyata dampaknya udah sampai ke daerah. Omzet penjualan batik pekalongan di Pasar Grosir Setono.

Melihat fenomena ini, pemerintah udah ngelakuin beberapa usaha buat dukung pengrajin lokal. Pertama, mereka membuat survei kebutuhan dan keinginan pasar akan kerajinan. Kedua, mereka memberi pelatihan buat pengrajin daerah sesuai dengan keinginan pasar. Terakhir, pemerintah mengirim desainer ke daerah-daerah untuk bantuin pengrajin mendesain kemasan produk.

Fakta produk lokal yang bernilai ekonomi tinggi

Meskipun banyak orang gak sadar, ternyata produk kerajinan lokal punya potensi besar loh! Sektor ini ngasih kontribusi besar buat ekonomi nasional.

Nilai ekspor produk kerajinan tangan Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010, jumlahnya mencapai 15,5 triliun rupiah. Kemudian, tahun 2013 naik lagi menjadi 21,7 triliun rupiah. Nilai ekspor tahun 2013 itu udah berkontribusi sebesar 18,26 persen buat ekspor sektor ekonomi kreatif. Kontribusi itu adalah terbesar ketiga dari industri kreatif Indonesia secara keseluruhan.

Hal tersebut menunjukkan kalau kualitas produk lokal udah memenuhi standar internasional. Produk lokal bisa berkompetisi di pasar dunia.

Potensi produk kerajinan lokal mulai mendapat angin segar dari konsumen tanah air

Gak cuma internasional, di dalam negeri kerajinan tangan lokal juga populer. Terbukti dari jumlah konsumsi rumah tangga terus meningkat. Pada tahun 2010, nilainya mncapai 110,4 triliun rupiah. Pada tahun 2013 meningkat menjadi 145,2 triliun rupiah.

Salah satu nilai jual produk lokal adalah kreativitas tinggi. Misalnya saja, ada pengrajin yang membuat kemeja tenun jepara. Jadi, kemeja wanita ini panjang selutut. Bagian lengan kemeja wanita ini  berwarna merah-coklat dengan pita di sikut. Di bagian depan, ada ornamen tenun jepara berbentuk persegi.

Peran pihak lain diperlukan untuk menciptakan ekosistem pasar produk perajin

Di tengah persaingan ketat, ada para pengrajin yang berjuang membangun label. Salah satunya William Wimpy. Ia membangun label yang memproduksi kemeja batik. Produknya berupa kemeja wanita.

William merasa kalau makna batik selama ini dikenal masyarakat perlu diedukasi. Pengertian awal batik adalah kain bergambar dibuat dengan menuliskan malam pada kain. Tapi kenyataannya, sekarang banyak batik yang dibuat dengan cara diprint.

William ingin mengembalikan esensi batik. Menurutnya, sekarang bukan lagi waktunya pengenalan batik, tapi pemahaman. Cara ini dipakainya agar setiap pengrajin tahu apa yang kita perjuangan dan lebih respek sama batik.

Ia sendiri kemudian membangun label yang hanya memproduksi kemeja batik tulis. Tema berupa punya nilai art, earth, fashion dan culture. Misi William dalam mengembangkan bisnis adalah konsep sustainable. Ia harus menghasilkan profit searah dengan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan. Ia juga ingin memberdayakan pembatik di daerah.

Kemeja Qlapa

Produk kemeja wanita di qlapa.com milik William terbantu berkat adanya marketplace online tersebut. Situs tersebut menghubungkan pengrajin dengan pembeli. Jadi, hasil kerajinan dari daerah bisa dipasarkan ke pembeli tanpa batasan ruang ataupun waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *