Select Page

Jumat, 11 Mei Pukul 7 malam WIB, Pacar aku video call, dengan wajah serius dia bilang “Hapus dong status kamu” jelas aja aku kaget. Hapus status? Kenapa?. Tenyata status aku viral dan dikatakan menyebar kebencian. Bunyinya adalah

“Saat orang luar negeri sibuk membuat mars layak ditempati untuk anak cucu manusia kalau bumi makin tua dan hancur, orang Indonesia menyebar kebencian, mako brimob setingan untuk mengalihkan hutang RI yang banyak (sad emoticon 3X)”

Jelas aja aku kesal, bagian dari mana sih di status itu yang menyebarkan kebencian? Ternyata nih tanda komanya itu loh yang rancu, seharusnya ada bahwa atau tanda titik dua. Intinya aku marah-marah lah sama pacarku. Kok ada yang bilang itu menyebarkan kebencian? Biasalah tahap awal dari masalah, kemarahan. Pacar aku yang ikutan emosi menasehati panjang lebar terus dia bilang, kalau kamu mau bikin status prihatin, kaya Chris John dong bikin surat untuk terorist. Aku terdiam lama dan berpikir. Iya juga yah? Seketika aku sadar staus Fbku bisa banget menimbulkan berbagai intrepreatsi. Itu alasan pertama aku menulis blog post ini.

OK mari kembali ke awal alasan aku bikin status itu, tanggal 9 Mei, seorang teman bilang kalau tidak ada Misa kenaikan kristus di Gereja Katolik Santu Tomas Kelapa Dua. Gereja ini terletak bersebelahan banget sama Mako Brimob. Kenapa sampai ditutup? Aku carilah di google dan terkejut baca berita kematian lima anggota Polri. Jujur aja enggak sanggup baca sampai selesai, pacar gue polisi, meski dia tugasnya di bagian Sumda, serem aja kalau sampai dia kenapa-kenapa. Apalagi salah satu istri dari polisi yang meninggal itu barus saja melahirkan. Makin teriris lah hatiku. Seorang anak akan tumbuh tanpa Ayah dan itu semua karena ulah orang tidak bertanggung jawab. Aku enggan membuat status di media sosial karena simpati sampai kemudian hari ini seorang teman menulis status

“kejadian di Mako brimob itu setingan agar pengalihan isu dari utang RI yang banyak”

Hal pertama yang aku lakukan adalah meng-unfriend teman tersebut. Serotonin yang rendah sudah lebih dari cukup untuk membuat aku badmood, jangan ditambah lagi teman yang goblok. Bersamaan dengan itu ABC news membagikan peluang NASA menjadikan Mars planet yang layak huni oleh manusia. Aku miris dan sedih, di saaat negara lain maju, kita sibuk sebar kebencian. Itulah latar belakang kenapa aku menulis status kontroversi yang bikin aku terkenal di kalangan brimob di Flores sana . Aku sempat kesal sih sama yang share pertama kali, yang jelas dia adalah salah satu di daftar temanku. Kok goblok yah? Namun kemudian aku coba untuk mengintropeksi diri dan menyadari satu hal, yah salah aku juga menulis sesuatu yang sensitif. Kepolisian sedang berduka dan hal-hal sentimen macam itu yang walaupun dituliskan dengan maksud baik, akan membuat panas. Jadi aku minta maaf sudah membuat status itu terbaca seperti ujaran kebencian, aku enggak minta maaf sudah menulisnya. Iya benar karena aku kesal sama orang Indonesia yang berpikiran sempit. Namun aku menulis blogpost bukan hanya karena itu, aku menulis ingin menyampaikan pendapat dan mengikuti saran pacarku untuk menulis seperti Chriss John, menyampaikan dengan baik.

Kami Bersama Polri

IMG_20180511_232025

Sudah sejak lama aku simpati sama kinerja Polri, sejak Tito Karnavian jadi Kapolri. Dia adalah satu-satunya Kapolri yang aku tahu namanya, hahahha, setelah puluhan tahun hidup aku menyadari hal tersebut. Jadi polisi itu susah. Ada banyak tes masuk yang harus kau lewati, belum lagi pendidikan yang harus kau jalani. Pokoknya susahlah. Pekerjaan mereka juga melelahkan, bayangin aja di cuaca sepanas 36 derajat di Depok, ada polantas yang berdiri di jalan mengatur kendaraan. Belum lagi lembur dan resiko dipenjara kalau kau tanpa sengaja menembak orang yang menembakmu atau berbuat kesalahan. _duhh. It need dedication, for sure. Makin ke sini makin banyak prestasi mereka. Kita tentu masih ingat beberapa teroris yang berhasil ditangkap densus 88 dan sebagainya. Hanya saja, entah mengapa Kepolisian memberikan masyrakat beragam citra buruk.

Namun demkian kejadian di Mako Brimob membuka mata kita lebar-lebar, seenggaknya mata yang waras. Kita butuh polisi dan kita tahu mereka akan melakukan apa saja untuk melindungi bangsa ini dari pemecah belah bangsa. Slogan mereka NKRI harga mati, benar-benar mereka kibarkan dalam diri mereka dan mereka wujudkan dalam tindakan. belasan orang polisi ditahan ratusan terosis yang kejam, 5 orang tewas dan sekitar 6 orang luka-luka. Mereka bisa saja gelap mata dan membunuh semua teoris di situ. Namun tidak, mereka menyadari bahwa segala tindak tanduk mereka adalah masa dean bangsa, dan mereka memilih menahan diri. Hasilnya bisa kita pastikan bersama-sama teroris menyerah, polisi menjadi pahlawan. Kalau kamu baca sampai di sini, mari diam sejenak dan mendoakan lima polisi yang sudah gugur. Semoga amal ibadah mereka diterima. Mereka bahkan menyuapi teroris yang membunuh teman mereka. Itu membuktikan bagaimana mereka berdedikasi kepada bangsa dan rakyat Indoensia. Kepolisian berhasil membuat kita semua sadar bahwa kita akan baik-baik saja selama kita mempercayakan keamanan negara ini kepada mereka

Untuk itu lewat tulisan ini aku ingin mengajak kita semua untuk kembali bangga dan percaya pada kepolisian kita. Kita percayakan keamanan kita dan kestuan Indonesia kepada mereka. Mari dukung mereka menjaga keamanan Indonesia dengan menjadi warga negara yang baik dan tentu saja tidak berprasangka buruk . Kalau kita tidak percaya sama mereka, siapa lagi yang akan melindungi kita? Jangan ikutan menyebar kebencian, jangan ikutan menambah runyam masalah, dan kau bisa belajar dariku menyampaikan pendapat dengan sejelas-jelasnya tanpa menimbulkan interpretasi yang salah. Kepolisian kita sudah sangat dewasa dalam menghadapi masalah ini dan marilah kita dengan dewasa kita mengakui kita membutuhkan mereka dan mempercayai kita akan baik-baik saja karena mereka.

Depok, 11 Mei 2018
AA