Artikel, Health

Novertis Cosentyx: Mengembalikan Psoriasis ke Kulit Normal

Ketika berbicara tentang penyakit kulit, tanpa sadar kepala kita akan dipenuhi penghakiman.

“Pasti di malas mandi, makanya kulitnya penyakitan.”

“Duh menular, jangan sampai kesentuh,”

“Ih jijik banget, sih.”

Pernyataan kedua terutama yang melekat di otak masyarakat. Namun tahukah kamu bahwa tidak semua penyakit kulit itu menular? Salah satunya adalah Psoriasis.

IMG-20170818-WA0023

Beberapa waktu yang lalu aku  menghadiri sebuah acara bertajuk “Redefining Psoriasis Treatment” yang dilaksanakan Novertis, salah satu perusahan obat asal Swis yang sudah 90 tahun mengabdi di Indonesia. Acara yang menghadirkan dr Lily dari Direktur pencegahan penyakit tidak menular dari Kemenkes, dr Danang dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Dharmais, dan Pak Milan, CEO Novartis Indonesia ini lebih kurang membahas tentang Psoriaris dan obat terbaru yang dapat membuat penderita Psoriasis kembali normal.

IMG-20170818-WA0022

(dr. Danang menjelaskan tentang Psoriasis)

Apa itu psoriasis? Psoriasis merupakan penyakit inflamasi auto imun terutama pada kulit yang bersifat kronik residif. Normalnya, sistem tubuh kita akan melakukan serangan pada hal-hal asing seperti kuman, virus , dan benda asing lainnya. Namun pada penderita Psoriasis, system imun justru menyerang permukaan  kulit sehingga kulit berubah merah-merah, gatal, dan panas. Psoriasis ditandai dengan gatal-gatal pada kulit terutama di siku, kaki, bahkan seluruh tubuh. Dr Danang bilang kalau gejala awal dari Psoriasis ini biasanya kulit kepala yang mengelupas yang sering dikira ketombe. Banyak penderita psoriasis pada awalnya mengalami kulit kepala yang terkelupas dan kemudian berujung ke seluruh tubuh. Penyakit ini biasanya paling sering terjadi pada mereka yang yang berumur di atas 40 tahun, tapi beberapa kasus terjadi pada usia anak-anak dan remaja.

GettyImages-185790307

(Psoriasis pada kulit)

Penyebab dari Psoriasis adalah kelainan genetik, infeksi, Penurunan sistem imun tubuh, dan pengunaan obat tertentu. Beberapa faktor pemicu seperti stress, alcohol, rokok, cuaca yang ekstrim, dan sebagainya dapat memperparah kejadian. Dr Danang menyebutkan stress terutama dapat memicu hal tersebut Karena stress merupakan salah satu penceteus lemahnya system imun tubuh kita.  Oleh Karena itu jangan kebanyak stress, guys! Biar Sistem Imun kita selalu kuat. Psoriasis sendiri merupakan penyakit yang cukup banyak terjadi, di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 3% populasi mengalami penyakit ini. Psoriasis merupakan penyakit yang kompleks, selain menderita secara fisik, penderita juga mengalami penderitaan secara psikologis.

IMG-20170818-WA0021dr. Lily menjelaskan tentang upaya pemerintah dalam menanggulangi Psoriasis

Secara Fisik jelas banget yah, rasa gatal pada kulit di selutuh tubuh jelaslah membuat yang mengalaminya sengsara. Secara Psikologis, masyarakat Indonesia terutama masih beranggapan bahwa penyakit kulit seperti Psoriasis ini menular, hal ini membuat mereka enggan bersentuhan dan bahkan menunjukkan dengan jelas rasa jijik pada  mereka yang mengalami psoriasis. Penolakan itu akhirnya malah membuat mereka stress dan depresi, bukannya membaik malah tambah sakit. Bahkan ada beberap penderita psoriasis ingin bunuh diri karena penyakit ini. Lebih lanjut dr. Lily mengatakan bahwa Psoriasis merupakan penyakit fisik dan juga mental.  Jadi penting banget bagi kita semua untuk tidak mengucilkan mereka yang mengalami psoriasis. Senyuman dan care kita terkadang bisa menjadi obat buat “masalah psikologi” yang mereka derita

Lalu apakah Psoriasis bisa sembuh?

IMG-20170818-WA0024Pak Milan, President Direktur Novertis di Indonesia

Jawabannya tidak. Penyakit ini bersifat kronik residif yang berarti akan selalu ada. Namun bukan berarti penderita psoriasis tidak akan mendapatkan kulit bersih kembali yah? Salah satu jawaban dari masalah psoriasis ini adalah Novertis Cosentyx. Cosentix adalah antibody monoconal atau anti body yang dikloning dari antibody kita. Anti body ini diciptakan Novertis untuk mengembalikan kulit penderita psoriasis. Pengobatan awal adalah sebanyak lima suntikan di daerah subkutan sejumlah 300gr, sekali sebulan selama lima bulan. Karena Psoriasis tidak dapat disembuhkan, maka penggunaan Novertis Cosentix ini seumur hidup. Namun tenang saja ketika kulit kita sudah kembali bersih, kita bisa menghentikan pemakaian dan menyuntikan lagi ketika kondisi kulit kembali menujukkan gejalanya. Biasanya sih orang-orang akan sembuh setelah penyuntikan lima kali tersebut di atas. Untuk seterusnya jaga gaya hidup agar sistem imun tidak melemah. Sekalinya sistem imun melemah maka penyakit ini kembali lagi.

IMG_20170816_121039_HDR(1)

(Visi dan Misi Novertis)

Indonesia sendiri adalah salah satu negara dengan masalah psoriasis cukup signifikan sekitar 3% seluruh populasi. Dr Lily selaku direktur penanggulangan penyakit tidak menular menegaskan bahwa psoriasis merupakan penyakit yang menjadi perhatian pemerintah. Ke depannya diusahakan bahwa mereka yang mengalami psoriaris bisa mengklaim Novertis Cosentix ini dengan BPJS. Ini merupakan berita baik bagi para penderita Psoriasis di seluruh Indonesia. Sampai saat Novertis belum dijual bebas dan membutuhkan resep dokter. Namun ke depannya akan diusahakan disebarkan ke seluruh Indonesia agar masyarakat yang mengalami psoriasis dapat sembuh.

Pesan terakhir sebelum menutup blog post ini, jangan pernah menjauhi penderita psoriasis dan ingat ini bukan penyakit menular. Tidak masalah untukbersentuhan dengan mereka.

3 thoughts on “Novertis Cosentyx: Mengembalikan Psoriasis ke Kulit Normal

  1. Aku sedih kalau ada yang dikucilkan karena penyakit kulit, padahal belum tentu menular. Mungkin kalau pun menular daripada dikucilkan ada baiknya dibantu, disupport untuk berobat.
    Paradigma kaya gini yang akhirnya bikin orang enggak mau ke dokter kulit pun, karena malu. Kan kasian ya….
    Aku baru dengar soal psoriasis. Dan begitu baca-baca ternyata ada istri artis yang menderita ini juga. Semoga nantinya obat yang diluncurkan Novartis Indonesia ini bisa benar-benar bikin kulit bersih ya. aamiin.

    1. Saya bukan dokter yah, Mbak 🙂 Untuk sekarang sudah ada di beberapa apotik. namun membutuhkan resep dokter. jadi saran saya ke dokter kulit dan kelamin untuk minta resep ini 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *