Curhat, Nikolas Life

Nikolas dan Pelukan 10 Detik

IMG_1793

Saya bertemu Nikolas pertama kali di Restaurant. Saya nerveous tentu saja. Bagaimana kalau dia tidak menyukai saya?  Dan ribuan pertanyaan lain. Dia tersenyum malu-malu ketika Ayahnya memperkenalkan kami. Dia bukan anak ug sulit beradaptasi. Beberapa waktu kemudian kami berhasil saling mengakrabkan diri. Sebelum pulang saya memeluknya erat. Saya membaca di sebuah buku dulu sekali, pelukan akan membuat dua orang lebih dekat.

“Hitung sampai sepuluh,” kata saya. Dia pun balas memeluk dan mengitung satu sampai sepuluh dengan terbata-bata. Pertemuan-pertemuan berikutnya terjadi begitu saja dan di setiap akhir pertemuan selalu ada 10 detik pelukan.

Pada awalnya segala hal begitu rumit. Nikolas tentu saja tidak ada dalam rencana hidup, tapi hidup bukanlah sesuatu yang terjadi dengan pemberitahuan. Selalu ada kejutan manis dan satu yg pasti saya telah menyayangi Nikolas tanpa saya sendiri tahu sejak kapan. Walau kadang kala ada timbul keraguan.

Apakah saya mampu?

Sejujurnya mengurus diri sendiri saja tak mampu apalagi mengurus orang lain dan seorang anak berumur 4 tahun. Ragu itu makin membesar saja ketika kami bertemu lagi untuk kesekian kalinya di pertemuan terakhir beberapa waktu lalu.  Namun sesuatu yang manis terjadi. Saat kami akan berpisah dan saya memeluknya, dia memeluk saya erat dan mulai menghitung. Dia kini sudah dapat menghitung dengan lancar. Ah saya tidak pernah merasa spesial seperti saat itu. Dan dalam hati saya berjanji akan menjaganya. Seperti Ibunya di surga yg selalu menjaganya.

Betapa beruntungnya saya memiliki seseorang yang membuat betapa susahnya mengatakan selamat tinggal…

Kami berdua akan jadi sahabat yang baik.

4 thoughts on “Nikolas dan Pelukan 10 Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *