Artikel

Ngebloglah dengan penuh sukacita

daisy-712898__340

Awal Juni 2017 saya merasa gerah membaca beberapa blog teman-teman blogger yang semuanya adalah iklan. Saya pun menyadari bukan hanya mereka, saya pun demikian, konten blog saya dipenuhi iklan. Bisa dibilang 2016 -2017 adalah tahun terproduktif saya melakukan moneytize di blog. Seketika konten saya dipenuhi dengan postingan bayaran. Saya jadi terusik lantaran sejak awal saya bertekad untuk membagi sesuatu di blog yang kelak akan berguna bagi orang banyak. Postingan bayaran itu kadangan terkesan memaksa dan yah begitulah pokoknya. Menanggapi kegalauan itu, saya pun mencoba membuat beebrapa postingan berguna seperti cara agar bisa lolos tes SIMAK magister UI. Hasilanya sampai saat ini sudah ada lebih dari 20 email menanyakan contoh soal TPA. Setidaknya tulisan itu berguna. Saya juga beberapa kali menulis tentang kesehatan jiwa yang diharaplan bisa membantu orang-orang yang sedang galau memikirkan masa depan. Intinya sih menyelaraskan blog agar kontennya tidak melulu iklan.

Awal september saya mulai kuliah dengan tugas yang bikin mengerutkan kening dan tuntutan thesis yang luar biasa. Seketika saya sibuk dan enggan mengupdate blog saya. Selain itu juga, saya pun menolak beberapa tawaran kerjaan, karena terlalu banyak tugas. Di titik inilah saya menyadari, menjadi blogger itu tergantung “meaning” seseorang terhadap kerjaan itu. Saya menyadari bahwa menjadi blogger bagi saya berati menulis hal berguna dan membagikan kepada orang lain. Orang lain belum tentu memiliki meaning yang sama dengan saya. Ada yang memang membuat blog untuk mencari uang dan mengisi pundi-pundi dapur, jadi jangan heran menemui blog dan media sosialnya dengan endorsement. Ada yang memang khusus menulis pengalaman-pengalaman pribadi atau orang lain dan menyangkut pautkan dengan kehidupan sosial. Setiap orang punya meaning yang berbeda untuk satu kejadian yang sama dan kita nggak berhak meng-jugde tindakan mereka, hanya karena kita pikir tindakan kita udah berguna.

Menyadari itu, saya memutuskan untuk tidak lagi terlalu peduli dengan lingkaran blogger saya yang penuh dengan tulisan endorsment. Saya yakin suatu saat tulisan endorsement itu akan berguna. Contohnya sekarang saya lagi pengen beli kompor gas nanotech dan ada beberapa blogger yang mereview, saya pun baca dan akhirnya mengerti sedikit tentang kompor gas nanotec itu. Persoalan waktu saja. Setiap orang punya motivasi dalam melakukan sesuatu baik dan buruk, kalau kita mengerti motivasi mereka, niscaya kita lebih mudah memahami. Nah pendekatan inilah yang dilakukan oleh beberapa alih therapis psikologi untuk mengatasi hal negatif dalam diri.

Pernahkah kamu merasa terganggu oleh suara negatif dalam diri kamu? Misalnya kamu mau apply beasiswa ke luar negeri, ada saja pikiran di dalam diri yang menagatakan enggak bisa? Atau mau nembak cewek gebetan, pikiran negatif dia enggak mungkin terima kamu muncul? Yes, hal seperti itu juga kadang kala muncul saat kita ngeblog. Blog kita kurang asik, pengunjung blog kita sedikit, DA/PA merosot turun, nggak ada yang komen, sepi job, asap dapur menghilang. Pokoknya semuanya itu. Yah kalau dipelihara secara berangsur-angsur hilanglah semangat kita untuk menulis blog dan akhirnya jadilah blog kita sarang laba-laba. Salah satu cara untuk menghilangkan pikiran negatif tersebut baik dalam diri atau menyangkut blog adalah mencoba realistis.

Ketika ada pikiran muncul, alih-alih mengatakan DA/PA gue menurun karena kualitas blog gue menurun, ganti dengan “Saya akan menulis lebih banyak konten menarik yang mungkin bisa membuat DA/PA naik.” Berlaku juga ketika kita berpikir “Saya kayanya nggak bisa melakukan apapun” Ganti dengan “Saya mencoba dulu, kalau gagal berarti bukan rejeki.” Percayalah perasaan kamu lebih enak dan segala hal negatif tadi pelan-pelan hilang. Kalau kamu sudah postif dalam ngeblog, perlahan-lahan kamu juga akan positif ke blog-blog lain yang tulisannya bukan kamu banget dan bahkan lebih enjoy membaca blog post orang lain meski blogpost itu bukan sesuai selera kamu.

Jadi yah bisa dibilang perkara menulis blog ini adalah perkara mengalahkan begitu banyak kontroversi negatif. Kalau sekarang sih, bisa dibilang menjadi blogger ini adalah sebuah profesi, karerna seseorang dibayar untuk melakukan sesuatu. Namun demikian menurut ciri-ciri profesi yang diungkapkan Hood (2008) blogger masih jauh dari kata profesi. Salah satunya belum ada undang-undang tentang blogger dan juga badan asosiasi blogger yang berbadan hukum lengkap, selain itu saya masih belum yakin bahwa blogger itu memberikan layanan pada masyarakat umum. Yah di satu sisi blogger diharapkan memberi pelayanan berupa pengetahun tentang apapun di bidangnya kepada masyarakat, tetapi tetap saja belum maksimal. Semoga suatu saat blogger bisa menjadi profesi yang membanggakan dan memberikan pelayanan. Sapa tahu bisa kaya di USA ada UMR untuk blogpost yang diatur oleh semacam kantor tenaga kerja gitu, Keren kan.

Yang jelas, teruslah menulis blog dengan semangat. Paid Promotoin, curhatan, padangan sosial tentang hidup, pengalaman, tulisalah dengan penuh sukacita. Sebelumnya temukan dulu “meaning’ ngeblog buatmu tu apa? Dan percayalah setelah itu kau akan menyadari bahwa segala tulisan blog (yang tidak hoax apalagi SARA) akan kau baca dengan sukacita. Pada ahirnya saya tutup blogpost ini dengan sebuah kalimat yang dilontarkan Zoe Zogg

Every time you post something online, you have a choice.
You can either make it something that adds to the happiness levels in the world—or you can make it something that takes away.
I tried to add something by starting Girl Online.
And for a while, it really seemed to be working.
So, next time you go to post a comment or an update or share a link, ask yourself: is this going to add to the happiness in the world?
And if the answer is no, then please delete.
There is enough sadness in the world already. You don’t need to add to it.”

25 thoughts on “Ngebloglah dengan penuh sukacita

  1. perkara menulis blog ini adalah perkara mengalahkan begitu banyak kontroversi negatif

    Statement itu yang membuat wow. Banyak perkara negatif memang, tapi untuk mengalahkan dengan kegiatan ngeblog ini yang jadi hal baru!

  2. Sebenernya saya juga kadang2 ada satu atau dua tulisan yg isinya berupa iklan. tapi sebisa mungkin disesuaikan dengan tema blog sih.. kalau boleh saran, boleh ada iklan, tapi ditulisan berikutnya yg personal saja. itu yg saya lakukan sih. (ya meski pada kebenarannya jarang-jarang dapet tulisan bayaran) hehe.

  3. Wahahaha iyaa kadang suka bete kalo baca tulisan dan udah “ketebak” bau-bau iklannya. Tapi di satu sisi itu tantangan juga sih buat kita. Gimana caranya nulis promo yang ga ketauan sama pembaca kita kalo itu lagi promo. Ku masih belajar sih sampe sekarang tapi kayanya masih belum sempurna.

    Suka nih ngeliat tulisan-tulisan promo yang pake pendekatan psikologis biar ga senewen mulu bacanya. Dan bener banget soal sugesti negatif itu. Mending diubah jadi kata-kata motivasi biar kita makin tergerak ngelakuin, bukannya menghindar.

    1 lagi: typonya, Jen.

  4. Seneng baca tulisan positif kayak gini. Kita memang harus menyingkirkan pikiran buruk ttg apa yg akan kita lakukan, bahwa kita tdk bisa melakukannya. Harus percaya bahwa apapun yang kita usahakan pasti akan ada hikmahnnya.

  5. Kalau di aku, ngeblog itu ngembangin diri. Dulu nulis asal, gak paham EYD, dll. Sekarang jadi macem2, ngasih review, sharing pengalaman dan ya bisa juga dapat sesuatu dr ngeblog. Bawa hepi aja sih. Cape juga kalah mikir DA PA yg kadang turun

  6. Buahahaha, setiap orang memang punya kontennya masing-masing ya, kak. Aku sendiri dari dulu tidak menjadikan blog itu ladangku mencari uang, melainkan menyalurkan hobiku untuk menulis sekaligus terapi karena aku bukan orang yang mudah bercerita dengan orang lain. Jadi nggak heran kalo blog-ku isinya curhatan doang sampe sekarang.

    Apalagi sekarang pekerjaanku juga nulis di media, jadi kurasa cukup sudah menulis sesuatu yang nggak sesuai hati di kerjaan aja, tapi di blog jangan. Heuheu.

  7. Konsisten dengan fashion blog pribadi boleh, tapi rezeki (endorsment, jobs review, iklan dll) itu anggap saja untuk beli kouta biar bisa ngenet..
    Kalo bagi saya gitu aja.

  8. ia, benar. Ngebloglah dengan penuh sukacita, bukan kepaksa deadline hehehee… sekarnag ini karena banyak blogger yang ngambil job jadinya ngeblog itu kepaksa, spesilanya kepaksa deadline, ia kan ya? habisnya keseringan omongan seperti itu dari kawan-kawan blogger.

  9. Sependapat dengan Kak Ajen, sekarang bloger kebanyakan tulisannya berbayar dan jarang sekali yang murni curhat dari hati. Aku juga kangen postingan2 yang sangat personal, bahkan pernah liat grup blog isinya cuma jual beli blog buat dapetin uang. Rasanya teriris gitu, tapi ya sepanjang kita masih bisa mengisi kolom2 dengan tulisan pribadi dan dengan harapan menginspirasi, kitalah yang membuat postingan2 personal tetap hidup.

  10. Saya suka tulisan ini mbak. Iya emang org ngeblog skrng ada yg gak murni curhat, ada pula yg emang ngeblog utk mendapatkan pundi2 uang. Tapi apapun pilihannya asal gak saling sikut aja sih hehe.
    Soal DA? PA dah males ngecek jg saya skrng, pengennya fokus ke personal branding dan nulis yg bermanfaat buat org lain. Meskipun itu sponsored post gmn caranya tu spy ada informasi/ pesan yg disampaikan ke yg lain jg TFS

  11. Wah, keren nih Kak Ajen ulasannya. Kakak kuliah psikologikah? Aku sampai sekarang masih ngeblog soal kegiatan sehari-hari aja dan pemikiranku terhadap sesuatu atau kasus yang terjadi di sekitar. Belum terlalu peduli itu berguna atau gak bagi yang baca. Hiks. Tapi sejauh ini dengan tema yang random begitu aku bersukacita dalam ngeblog.

  12. Berpikir yang baik2… Tulis yang baik dan positif..beri ilmu dengan ikhlas…
    Itu kwbahagiaan tersendiri…
    Kalau bahagia menjalaninya biasanya ada impas positif yang balik ke kita..

  13. Meaningku ngeblog: buat diri sendiri. Hahaha
    Aku berterima kasih banget buat orang2 yg rela baca tulisanku, padahal itu cuma curhatanku, remeh temeh banget. Eh tapi mereka suka
    Lalu, beberapa ada yg komplain, gegara isinya ada iklan2nya. Nggak menarik lagi katanya. Ah, sedih.
    Jadinya sekarang mau ngurang2in dikit yg sponsored post. Belajar menjadikan tulisan sponsor itu bergaya aku banget.

    Aku juga udah nerapin positif thinking sejak SMA, sejak tau kalo kata jangan dan tidak itu berpengaruh banyak. Jadilah aku pribadi yang senang dan tenang banget, begitu sih kata teman2ku,hehebe

  14. Saya coba menyeimbangkan konten yang ada di blog milik saya. Karena tujuan utama saya menulis di blog pun ingin menghasilkan manfaat untuk orang lain. Kalau pun ada tulisan berbayar, diusahakan ada point-point di tulisan tersebut, yang bisa bermanfaat bagi pembacanya.

  15. betull banget mba ajen.. menulislah dengan penuh sukacita dan usahakan ada rasa ingin berbagi kepada lainnya.. kalau kita menulis udah dengan tujuan “money oriented” biasanya tulisannya malah membosankan dan monoton hehe.. tapi kalau emang mau fokus nulis dapat duit, usahakan punya blog berbeda hehee

  16. Betul banget ngeblog harus sesuai apa kata hati kita sendiri. Buatlah artikel yang semenarik mungkin dan tidak mudah ditebak oleh pembacanya. Khususnya buat artikel berbau iklan atau promosi produk harus pandai pandai memainkan kalimat biar pembacanya membaca sampai habis

  17. Mantap jiwa! Saya juga merasakan yg sama dg artikel mba. Saya merasa blog saya terlalu eksperimentatif dan pribadi, sehingga saya kurang merasa terkoneksi dg calon pembaca. Bukannya ttg DA/PA, tapi saya juga butuh dimengerti oleh orang lain.
    Maka dari itu saya coba ikut internship di Hitsss.com untuk menambah kemampuan saya menulis, khususnya tulisan berita.

  18. Iyaaa Ajeen…
    Aku inget banget awal nge-blog dulu viewernya masih emak-emak yang gak sempet dateng ke seminar parenting, dan aku dengan senang hati menuliskannya lengkap di blog.
    Sampai pernah di japri sama salah satu pakar parenting karena menuliskan hasil seminarnya lengkap sekali, jadi bliau takut seminarnya jadi gak laku karena sudah ada resumenya.

    MashaAllah…

    Sekarang semenjak lingkaran pertemanan aku meluas, banyak temen-temen blogger, tulisan di blogku asa sponsored post semua yaa…?
    Branding aku tentang parenting jadi hilang entah kemanaa…

    Sediihh….
    Semoga aku bisa mengembalikan `meaning` nge blog bagi lendyagasshi.

  19. dulu, sekarang dan semoga sampai selanjutnya, DA/PA adalah bonus dalam ngeblog. Andai DA/PA turun, semoga tidak menurunkan semangat ngeblog. Jika DA/PA membaik, semoga menjadi mood booster untuk ngeblog dengan lebih baik pula. Meski beberapa waktu ini ritme ngeblog bisa dibilang semi “tiarap”, bagi saya ngeblog ttap merupakan hal yang menyenangkan, dan mengundang kerinduan kala lama tidak tidak bisa ngeblog.

  20. “Aku mau menulis dengan lebih baik lagi. Baik itu tulisan berbayar atau pun bukan. Pokoknya aku ingin menulis.”
    Lagi bolak balik ngomong sendiri begitu sekarang. Tapi malah ga nulis-nulis ahahahahaaha
    Thanks for reminding me, Jen. Tiap orang pasti punya alasan sendiri melakukan apa pun. Termasuk hanya mengisi blognya dengan endorsement. Kebutuhan tiap orang berbeda. Itu juga mungkin alasan kenapa masih ada yang menerima tawaran job murah (kata kita).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *