Mengatasi Stress Finansial: Cara Memperbaiki Hubungan dengan Uang dan Mengatur Pikiran tentang Uang

Shalomm

Terima kasih sudah singgah di Blog saya

Stres Finansial

Awal Bulan April lalu saya tidak bisa tidur karena memikirkan keuangan saya yang morat-marit. Usia saya sudah 28 tahun dan masih payah banget mengatur keuangan. Alasannya sih sederhana saya masih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Alhasil akhir bulan saya sering melarat. Benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan. Saat menulis ini hari ini pun sebenarnya kemampuan mengatur keuangan masih belum ada apa-apanya, tetapi ada satu hal yang berubah dari saya. Saya tidak lagi stress dan sampai enggak tidur karena memikirkan keuangan. Saya juga tida terlalu kecewa ketika menghabiskan uang untuk hal tidak penting. Bisa dibilang saya mulai bisa sedikit mengatur emosi saya terhadap keuangan.

Apakah penting mengatur emosi soal keuangan? Tentu saja. Tahu kah kamu guys kalau salah satu penyebab depresi adalah masalah keuangan. Sebuah artikel di Forbes bahkan menjabarkan 25% orang Amerika mengalami gejala seperti PTSD atau Post Traumatik Sindrom Disorder akibat masalah finansial. Beberapa artikel lain juga mengungkapkan bahwa selain masalah mental, stress juga dapat menyebabkan  masalah fisik dan memperparah serangan cantung, kanker dan penyakit imun seperti lupus. Serem kan? Makanya marilah kita atasi stress finansial kita sebelum terlambat dan membuat kita semua mengalami gangguan fisik maupun mental

Apa itu stress finansial?

Stress finansial adalah tekanan emosional  yang disebabkan oleh masalah keuangan. Baik karena enggak punya uang, maupun terlilit utang. Seseorang dikatakan stress finansial kalau dia sering mencemaskan kondisi keuangannya setiap waktu dan bahkan tidak bisa tidur.  Selain itu juga stress finansial dapat berupa kecemasan berlebihan saat menhabiskan uang atau membeli sesuatu. Pernah nggak sih kamu merasa cemas hanya karena menghabiskan uang? Atau galau karena habis membeli suatu barang? Kamu bisa jadi mengalami stress finansial.

Apa yang menyebabkan stress finansial?

Penyebab stress finansial karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan dan ketidakmampuan kita untuk mengendalikan nafsu belanja atau boros menggunakan uang. Beberapa buku finansial helping yang saya baca seperti Personal Finansial for Dummies atau Finansial Diet mengungkapkan bahwa kebanyakan stress finansial terjadi karena seseorang tidak mengatur keuangan dengan baik. Banyak dari kita mengganggap remeh tentang menulis pengeluaran dan pemasukan atau mengatur bujet. Padahal hal tersebut bisa menjadi langkah awal menuju finansial bagus 2018.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar terhindar dari stress finansial?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan, tetapi di postingan kali ini saya akan membagi cara-cara yang saya lakukan hasil dari membaca berbagai buku finansial dan menonton Finansial Ted Talk di youtube. Cara ini sudah saya lakukan sekitar 6 minggu dan menurut saya hasilnya saya lebih tenang terutama dalam masalah keuangan.

Step 1 mengenal hubunganmu dengan uang

Ketika kita berbicara tentang keuangan, kebanyakan dari kita akan malu. Uang seolah menjadi satu identitas rahasia yang apabila diketahui oleh orang banyak akan membuat mereka tahu siapa kita. Kebanyakan orang malu mengakui bahwa mereka bermasalah dalam keuangan. Ditambah lagi dengan stigma buruk seputar keuangan. Masa sudah Ibu rumah tangga masih bego mengatur keuangan, kamu jangan boros dong tabung duitnya. Hah hari gini enggak punya tabungan, dll. Kita sering terpojokan ketika mengatakan kita tidak mampu dalam mengatasi keuangan. Karen McC ALL dalam bukunya Financial Recovery menegaskan bahwa agar seseorang bisa mengatur keuangan, dia harus tahu bagaimana hubungannya dengan uang. Karen menyarankan untuk membuat memoar keuangan.

Memoar Keuangan

Ambil sebuah kertas mulailah menulis tentang bagaimana uang bekerja dalam kehidupanmu. Bagaimana finansial kedua orangtuamu saat kamu kecil? Apakah kamu punya pengalaman buruk terhadap uang? Bagaimana perlakuanmu pada uang? Apa hal yang muncul di kepalamu ketika berbicara tentang uang? Bagaimana perasaanmu terhadap uang? Karen memberikan beberapa contoh, seseorang yang saat kecil orangtuanya mengalami masalah finansial dan jarang mendapatkan uang jajan, tumbuh dengan dendam ketika dia memiliki uang dia akan membelikan apa saja sesuai yang dia mau. Hasilnya ketika besar gajinya selalu cepat habis. Beberapa contoh lain anak yang saat kecil dilarang Ibunya untuk memegang uang tumbuh dengan perasaan uang bukan untuknya, hasilnya begitu memiliki uang banyak cenderung untuk menghabiskanya.

Aku membuat memoar keuangan dalam 5 halaman kertas dan mendapati bahwa perilaku menghabiskan uang saat ini sangat terpengaruh dengan kebiasaan sejak kecil. Sejak kecil aku terbiasa menghabiskan uang banyak dalam sehari. Aku juga punya kecemasan negatif jika memegang uang banyak dan terus berpikiran uang itu tidak akan bertahan lama di tanganku. Beberapa hal yang aku rasa perlu dibagi adalah perasaanku terhadap uang. Aku menyadari setiap memikirkan uang aku menganggapnya suatu yang mentukan derajat, semakin banyak uang semakin kau bahagia karena menikmati fasilitas bagus. Semakin banyak uang semakin tinggi harga diri seseorang. Bahkan jauh di dalam hati kecil ada kepercayaan bahwa kalau punya banyak uang maka saya lebih dapat bahagia. Selain itu saat berbicara uang ada juga timbul irihati terutama pada teman yang tampaknya bahagia sekali dengan segala kemewahan di sosial media. Mereka kayanya enggak pernah berpikir soal uang deh. Setelah menulis memoar ini saya menyadari saya punya hubungan buruk dengan uang. Inilah hal kedua yang mesti dilakukan membangun hubungan baik dengan keuangan.

Kamu juga bisa mulai membuat memoar keuanganmu. Ambilah sebuah buku dan mulailah menulis tentang keuanganmu dari kamu kecil sampai sekarang. Bagaimana kedua orangtuamu memperlakukan uang saat kamu kecil? Apa kamu punya pengalaman buruk dengan uang? Gambarkan dengan jujur apa yang ada dalam perasaanmu terhadap uang.

Step 2 Memperbaiki hubunganmu dengan uang

Memperbaiki hubungan dengan uang berarti mengatur kembali pola pikirmu tentang keuangan. Kemudian apa yang kau pikirkan tentang keuanganmu dan perasaan yang muncul karenanya. Beberapa perasaan yang sering merusak hubungan dengan uang adalah perasaan malu, iri hati, serakah, dan tidak berdaya. Setelah kamu tahu apa yang membuat hubunganmu dengan uang rusak, mulai dengan mencari tahu apa yang kamu inginkan dari uang. Sebagai contoh diriku sendiri, salah satu hal yang rusak dariku dengan uang adalah aku mengganggap keuangan adalah sebuah status sosial. Aku melihat dengan memiliki uang banyak maka aku bisa membeli baju bagus, nongkrong di kafe yang enak atau jalan-jalan ke tempat indah. Itu semua akan membuat status sosialku meningkat. Sebaliknya jika aku enggak punya uang maka status sosialku menurun dan aku beranggapan bahwa aku ber di kasta rendah dalam hirarki keuangan. Hal itu menyebabkan ketika memiliki uang yang banyak aku habiskan dengan melakukan hal-hal seperti nongkrong di kafe, beli baju yang bagus, dan lain sebagainya agar status sosialku naik.

Menyadari kenyataan itu membuat aku intropeksi lagi tentang keuanganku. Karen McC mengusulkan cara terbaik memperbaiki hubunganmu dengan uang adalah mengetahui apa yang kau butuhkan. Aku mulai membuat list daftar apa saja yang akan kau beli di satu bulan dan mencoret apa yang dibutuhkan dan apa yang hanya keinginanku. Belum maksimal tetapi setidaknya saat ini aku tidak segegabah dulu dalam menghabiskan uang. Aku mencoba melakukan self hipnosis untuk memperbaiki hubunganku dengan uang. Setiap pagi aku bisikan pada diriku sendiri “Kepribadianmu tidak akan dipengaruhi oleh seberapa banyak uangmu. Mulailah dengan memenuhi kebutuhanmu.” Hasilya enam minggu ini pikiranku soal uang tidak terganggu lagi. Kalau dulu menyaksikan teman-teman di media sosial menghabiskan uang dengan bersenang-senang membuatku iri setengah mati dan bertekad akan menghabiskan uang juga jika punya uang. Sekarang aku lebih menghargai keputusan mereka dan menikmati hidupku sendiri

Step 3 Membuat perencanaan dan catatan pengeluaran uang

Ketika kamu sudah memperbaiki hubunganmu dengan uang. Berikutnya adalah membuat perencanaan. Cara terbaik adalah membuat bujet dalam sebulan. Tulislah hal-hal wajib yang akan kamu bayar dan rencanamu dalam bulan itu. Selain itu setiap waktu buat daftar pengeluaran dan pemasukan. Ini sangat membantu kamu untuk menenangkan pikiran. Dalam Minggu ini  aku pernah menghabiskan 500rb dalam sehari. Tiba-tiba aku panik dan melihat catatan pengeluaran. Ternyata memang aku membeli barang-barang yang aku butuhkan dan kecemasan itu hilang berganti penerimaan. Dengan mengetahui bagaimana uang kita keluar membuat kita lebih relaks dan tidak cemas.

Step 4 Jangan pernah menyesal telah menghabiskan uang walau untuk hal tak berguna

Kebanyakan kecemasan dan stress finansial terjadi ketika kamu mulai memikirkan uang yang kamu keluarkan untuk hal tidak berguna. Pada praktiknya tidak stress karena menghabiskan uang untuk hal tidak berguna memang susah, tapi kamu harus berusaha untuk mengatasinya. Caranya sederhana dengan mengubah presepsi dengan cara tidak  fokus pada masalah, tetapi pada solusi

Contoh nih, baru-baru ini aku membeli kuas make up isi 6 biji seharga 100rb di toko online, ketika datang kuasnya jelek dan ternyata di toko online yang satunya lagi harga kuas yang sama hanya 50Rb. Aku yang dulu pasti akan merasa kecewa dan stress berat. Naun karena aku sudah berusaha berdamai dengan uang aku memilih untuk merelakan. Aku terus mengulang dalam hati “Aku merelakan uang 100rb membeli kuas ini, toh kuasnya bisa dipakai.” Aku mencoba fokus pada solusi dan mengabaikan masalah.

Step 5 Jika punya  Utang, janganlah memikirkannya

Jika kamu punya utang berhenti untuk memikirkannya. Alih-alih cobalah mencari solusi atau hal lain yang bisa mendapatkan uang. Kamu bisa memulai dengan bisnis onlien atau semacam itu. Sekalinya kamu memikirkan tentang utangmu, maka bersiaplah mengalami over thinking yang berlebihan dan menjadi stress. Jika kamu ingin bebas dari stress keuangan yah cara terbaik yaitu mengubah pikiran. Jika kamu mulai memikirkan utangmu, coba tarik napas dalam dan berkata dalam hati

“Utangku akan lunas aku hanya perlu waktu, rejeki akan mengalir jika aku berusaha lebih baik.”

Percayalah seminggu pertama fokus pada masalah ini berat banget. Aku pernah menghabiskan uang lebih banyak. Aku melakukan pengulangan mantra dan baru bisa benar-benar fokus pada mantra setelah 4 hari. Sebelumnya susah banget, tetapi aku berusaha untuk mengatr pikiranku. Hasilnya, jika aku mengulang mantra untuk masalah lain, aku lebih cepat fokus dan mendapatkan hasilnya. Jadi jika kau masih susah mennyebutkan mantra ini, jangan khawatir, kau akan terbiasa kelak.

Kamu bisa juga mengganti Mantra dengan kata-katamu sendiri.

Itu saja hal yang bisa aku bagi soal finansial. Semoga bisa berguna bagi Kamu yah

Selama beraktiitas dan semoga kita semua dijauhkan dari stres finansial.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *