Artikel

MEMPERKUAT IMAN KRISTIANI LEWAT FILM CORPUS CHRISTY

May 27, 2018

Sebagai orang katolik sejak lahir, salib Yesus adalah semacam penanda dan identitas sebagai orang katolik. Setiap kali ke gereja, mata saya akan selalu terpaku pada salib besar yang tertempel di dinding di belakang altar. Saya juga sering diberitahu oleh Romo-romo yang meberi khotbah, salib adalah dosa manusia yang harus dipikul Yesus dan membebaskan kita yang percaya padanya dari dosa. Namun demikian untuk pertama kalinya saya melihat sebuah gereja katolik di Singapura yang hanya ada tubuh Yesus tanpa salib. Seketika saya merasa kok bisa yah, enggak ada salibnya? Dan bangga juga waktu tahu yang membuat patung itu adalah Mas Teguh, seorang seniman dari Indonesia.

images (4)

Corpus Christy di Gereja Mary the Angel

Secara garis besar Film Corpus Kristy berkisah tentang bagaimana Mas Teguh Ostentirk membuat patung Yesus tanpa salib itu. Sebelum mebuat patung, Mas Teguh memutuskan untuk tidak beragama setelah mencoba berbagai agama. Hingga kemudian dia menemui satu titik dan memutuskan menjadi Katolik. Saat membuat patung di gereja Mary The Angels itu dia membaca 4 injil perjanjian baru : Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat patung Tubuh Kristus tanpa patung.

Saya tiba-tiba sadar melalui karya Mas Teguh mengembalikan hal penting yang mungkin kita lupakan sebagai orang Katolik. Tubuh Yesus itu sendiri. Selama ini, sebagai orang Katolik saya merasa saya terlalu fokus pada salib. Pada dosa yang dipikul Yesus. Padahal sebenarnya yang lebih penting dari salib adalah pengorbanan Yesus. Seharunya menjadi orang Katolik berarti menjadi orang bahagia yang dosanya telah diampuni dan fokus untuk berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan. Inilah saya dapat dari menonton film dokumenter tentang kisah Mas Teguh ini.

Film dokumenter ini berjudul Corpus Christy A Journey of Faith. Seperti judulnya, film berdurasi kurang lebih 1 jam ini, mengajak kita untuk menyaksikan perjalanana iman Mas Teguh saat membuat Corpus Christy di gereja Mary the Angels Singapura, kemudian patung Via Dolorosa atau 14 perhentian jalan salib di Bukit doa Mahawu di Manado, dan karya terbesarnya Corpus Christy dari besi bekas seberat 1 ton di gereja Yohanes Maria Vianey Cilangkap

405504_620

Patung Yesus dari besi bekas seberat 1 Ton

Corpus Christy seberat 1 ton yang terbuat dari besi bekas ini mengingatkan kembali kepada kita bahwa Yesus datang ke dunia sebagai pribadi yang sederhana. Dan hal-hal luar biasa memang sering dilakukan oleh orang yang sederhana.

Film ini tidak akan selesai tanpa campur tangan Pa Kafi Kurnia sebagai Direktur Produksi dan Cienas Eko Nobel yang membuat film ini berhasil membuat kita yang menonton mengalami napak tilas atas perjalanan Iman kita terhadap Kristus. Bagi saya film dokumenter ini semacam pengingat. Kadang-kadang saya lupa sebagai orang Katolik Yesus sudah menyerahkan hidupnya untuk saya. Saya merendahkan diri sendiri mengganggap diri tidak mampu dan terjun bebas dalam dosa. Film ini membuat saya kembali mengingat perjalanan iman saya. Bagaimana Tuhan dengan cara paling rahasia dan sempurna membuat hidup saya berarti. Saya pikir film ini sangat cocok ditonton kalau kita mengalami krisis iman.

Saya berharap film ini dapat ditonton dan disaksikan banyak orang Kristen. Menurut Pak Kafi film ini akan rampung dan dipertontonkan pada orang banyak di bulan Agustus 2018 ini. Yang jeas salut dan bangga pada Mas Teguh karena karya-karya yang luar biasa. Dan juga untuk pak Kafi dan Mas Eko untuk kolaborasi yang luar biasa. Semoga selalu diberkati Tuhan

Only registered users can comment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *