Fiksi

Kepada Kamu dengan Segenap Kecemasan

Global (18)_&_5513071b-e941-4758-9f53-c4664a14f94e-01

Kepada kamu dengan segenap kecemasan

Kukira kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta.
Cinta, bahkan Plato pun kikuk menggambarkan bagaimana cinta. Cinta terlalu rumit untuk dipahami dengan logika. Namun tidak dengan hati.
Ketika tahu cinta, hati ingin memiliki. Dia bahkan mampu menyabotase logikamu. Mematikan bahkan kemanusianmu ketika kau jatuh cinta.
Jangan heran ketika seorang suami tega meninggalkan istri dan anak-anaknya demi perempuan yang dia cintai.
Atau seorang istri yang tega meninggalkan suami dan anak-anaknya demi pria yang dia cintai.
Cinta membutakan kemanusian seseorang tanpa memandang jenis kelamin, status sosial, apalagi isi dompet.
Tahu-tahu kau sudah terjebak.
Seorang teman bilang padaku. Dia mengutip seorang filsuf. Katanya: jatuh cinta berarti jatuh ke dalam cinta. Ketika seorang jatuh dia mengalami luka dan resiko. Jatuh cinta berarti kita berani mengambil resiko dan teruka. Entah luka kita sendiri atau luka orang lain.

Kukira aku sedang cemas sekarang.
Soren, filsuf favoritku pernah menulis tentang kecemasan. Kecemasan itu pertanda seseorang mulai mempertanyakan keberadaannya sebagai manusia. Menpertimbangkan hal baik dan buruk. Kecemasan akan mengarahkannya pada kebebasan sebagai manusia yaitu memilih.

Betapa susahnya memilih sayangku. Aku tahu. Bahkan Tuhan pun kukira tak mampu memilih, makanya Dia menyuruh Adam Smith membuat istilah invisible hand. Aksi seseorang yang dilakukan tanpa sengaja akan menghasilkan keberuntungan bagi orang lain. Aksi berasal dari kecemasan-kecemasan. Kecemasan membuat seorang melakukan pilihan. Pilihan yang membuat dia melakukan aksi.

Begini misalnya, A banyak pekerjaan dan belum makan. Dia cemas karena lapar tapi banyak pekerjaan, akhirnya dia memilih daripada sakit mending makan saja. Kemudian dia memutuskan makan di sebuah restaurant.

B yang mengalami usaha tambal Ban di dekat restaurant tempat A makan tadi cemas. Seharian tak ada yang menambal ban. Dalam kecemasannya dia memilih melakukan trik kotor. Dia pun melakukan aksi membuang paku di jalan di depannya.

C sedang dalam perjalanan dan ban mobilnya mengenai paku yang dilempar B. Dia cemas dan membawa mobilnya untuk ditambal. Saat dia sedang berdiri di tepi jalan menunggu mobilnya. A ingin masuk ke restaurant. C melihat A dan jatuh cinta. Dia cemas. Apakah harus mendekati A. Kemudian dia membuat pilihan. Kalau dia orang yang optimistic dia akan mekakukan aksi mendekati A ke restaurant. Kalau A tertarik pada B mungkin kisah mereka berlanjut.

Yang jelas aksi A, B, dan C membuat keberuntungan bagi A dan C jika akhirnya mereka menikah. Nah bagaimana Kalau misalnya A sudah punya kekasih atau suami? Duh kisah mereka akan jadi kisah perselingkuhan yang rumit dan penuh dengan kecemasan.

Kukira aku salah bahwa Tuhan tidak mampu memilih. Dialah yang menciptakan pilihan untuk manusia. Ada seribu pilihan satu di antaranya buruk. Jika kita sudah tak sanggup memilih serahkan semua pada Tuhan. Kukira inilah perbedaanku dengan Soren. Aku terlalu katolik untuk mengartikan kebebasan secara universal. Ah baiklah kembali kepada kita. Mari kita berdoa pada Tuhan semoga pilihan kita yang terbaik bagi kita dan Semua orang.

Aku sedang mendengarkan Norwegian Wood dari the beatles ketika sampai di tulisan ini. Aku setuju pada Lenon dan kawan-kawan. Kehadiran seseorang dalam hidup kita memberi kita banyak pengalaman sesingkat dan sesakit apapun keberadaan mereka dalam hidup kita.

Ah sayangku ketika aku menulis ini aku menyadari bahwa aku perempuan cerdas. Dan juga cantik. Dan juga seksi. Mau tahu ukuran braku? Ah lupakanlah…
Intinya adalah jangan cemaskan aku. Perempuan cerdas mampu bertahan dengan baik di dunia yang kejam ini.

Salam
L

1 thought on “Kepada Kamu dengan Segenap Kecemasan

  1. Kalau kata mamaku, cinta itu biar bagaimana pun harus selalu diimbangi dengan logika. Yah, begitulah aku dibesarkan. Logika harus selalu didahulukan baru perasaan. Padahal kenyataannya aku tumbuh menjadi orang yang gampang baper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *