Kemungkinan penggunaan apilkasi Android untuk mencegah bunuh diri di Indonesia

Bunuh diri merupakan fenomena global dan merupakan salah satu penyebab kematian cukupbesar di dunia. WHO memperkirakan satu juta orang melakukan bunuh diri setiap tahun atausekitar satu orang setiap 40 detik. Kejadian bunuh diri terjadi paling banyak di negaraberkembang yaitu sekitar 78% dan 60% terjadi di Asia. Sebuah penelitian yang dilakukanoelh Chen dan Yip pada tahun 2012 di 17 negara Asia mengungkapkan bahwa Korea selatanmerupakan negara dengan angka kejadian bunuh diri terbanyak dan cara bunuh diri paling banyak dilakukan adalah dengan menggantung diri. Melalui penelitian itu juga didapatkan angka bunuh diri di Indonesia cukup banyak.

Kejadian bunuh diri di Indonesia cukup signifikan. Beberapa kasus bunuh diri yang mencuatdan populer adalah bunuh diri yang dilakukan oleh seorang event organiser di Jogja yangmenabrakkan diri ke kereta api dan masih banyak kejadian bunuh diri lainnya. Kemenkes memperikarakan kejadian Bunuh diri di indonesia adalah sekitar 1,68 dari 100.000 penduduk setiap tahunnya, bahkan WHO memperkirakan angka ini meningkat dua kali lipat di tahun2020 jika tidak ditangani. Penelitian lain yang dilakukan oleh H. Lieh dan J Liou terhadap remaja di Indonesia mengungkapkan bahwa pelajar Indonesia yang memiliki ide bunuh diri cenderung untuk mengeksperesikan pikirannya dengan cara membuat rencana bunuh diri. Hal tersebut hendaknya menjadi perhatian kita semua dan mengupayakan cara mencegah bunuhdiri. Salah satu cara mencegah bunuh diri adalah dengan memanfaatkan teknologi smartphone. Smartphone dinilai sebagai sarana yang baik karena hampir semua orang berusia muda yang rentan bunuh diri memilikinya. Selain itu penelitian telah membuktikan bahwa di situasi sulitpun orang cenderung menggunakan smartphonenya. Teknologi smartphone yang dapatdigunakan adalah Aplikasi android. Cara ini dinilai cukup membantu karena hampir semua orang yang menggunakan smartphone familiar dengan aplikasi android.

WHO bahkan merekomendasikan penggunaan aplikasi untuk melakukan pencegahan bunuh diri. Teknologi Smartphone dinilai lebih baik terutama untuk mereka yang beresiko bunuh diri tapi tidakmemiliki akses ke pelayanan kesehatan, tidak memiliki waktu, masalah biaya, atau malu karena stigma buruk tentang bunuh diri. Beberapa penelitian telah membuktikan keefektifitasan teknologi smartphone ini dalammencegah bunuh diri. Sebut saja beberapa aplikasi seperti Back Up dan My Plan. Back up merupakan aplikasi self help yang membantu orang dengan resiko bunuh diri mengetahuitanda dan gejala bunuh diri. Aplikasi ini juga mnenyediakan fitur yang membuat mereka berhenti memikirkan bunuh diri. 50% orang yang sudah mencoba aplikasi ini merasa puas dan terbantu. Sementara itu My plan adalah fitur yang membahas tentang rencana atau halyang bisa dilakukan oleh mereka yang pernah melakukan bunuh diri agar tidak bunuh dirilagi. My plan berisi jadwal-jadwal harian yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bunuh diri. 60% yang memakai aplikasi ini merasa terbantu. Aplikasi ini dimilai lebih hemat waktu,hemat biaya, dan cukup baik dalam mencegah bunuh diri. Lalu apakah kedua aplikasi ini bisa diterapkan di Indonesia?

Sebagai negara berkembang, penerapan teknologi smartphone di indonesia untuk mencegah bunuh diri cukup menjanjikan. Data dari dari lembaga riset digital marketing E marketer memperkirakan pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari100 juta orang. Hal ini menjadikan pendekatan aplikasi smartphone untuk mencegah bunuh diri lebih dapat diterima. Perilaku bunuh diri di Indonesia memang tidak setinggi negara asia lainnya tetapi dapat meningkat. WHO mengatakan bahwa Penerapan teknologi smartphone sangat cocok untuk negara berkembang dan Aplikasi dapat mampu menutupi keterbatasan sarana kesehatan jiwa di Indonesia. Namun demikian penggunaan smartphone tak lepas dari kekurangan. Tidak semua orang Indonesia mengerti dengan teknologi dan kesulitan mengerti aplikasi.Selain itu ada beberapa daerah di Indonesia yang tidak memiliki sinyal internet. Hal tersebut ditambah lagi dengan pendapatan per kapital yang rendah dan membuat smartphone terasamahal. Namun demikian teknologi smartphone ini cukup menjajikan untuk mencegah bunuhdiri terutama pada kalangan remaja yang akrab dengan smartphone. Diharapkan aplikasi pencegahan bunuh diri mampu menjadi akternatif tingginya angka bunuh diri dan kurangnyafasilitas kesehatan jiwa. Untuk sementara jika Anda ingin bunuh diri atau melihat orang ingin bunuh diri, silakan menghubungi call center buhuh diri Indonesia di 500-454….

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *