FF – Bayi Maria

Warga kampung gempar. Maria hamil. Desas-desus beredar. Sekelompok Ibu yang berbaris mencari kutu sedang bergosip ria.

“Heh kok bisa? Dia kan tidak bersuami,” ujar perempuan pertama.

“Betul, dasar lonte!  Pasti dia jajakan barangnya itu ke mana-mana,” tambah perempuan kedua.

“Itu keturunan! Kalian tentu tahu bagaimana Ibunya. Mince itu tukang selingkuh. Terakhir dia kabur bersama laki-laki ke Jayapura,” timpal perempuan ketiga.

Perempuan pertama dan kedua memandang perempuan ketiga.

“Kau tau darimana?”

“Itu rahasia umum.”

Mereka kembali bercerita dengan seru.

Di rumahnya, Yakobus memandang Maria berang.

“Anak siapa itu? Kau memang perempuan tidak tahu jaga diri! Persis seperti Ibumu!”

Maria merebahkan diri di ranjang dan terus menangis.

“Aku tidak ingin bilang siapa Bapak anak dalam kandunganku ini, Pak. Tidak akan!”

“Baiklah kalau begitu. Kalau kau sudah melahirkan kita lihat anak itu mirip siapa? Nanti kubunuh laki-laki yang menghamilimu itu.” Yakobus keluar dengan beramg

Maria semakin menangis. Teringat lagi malam ketika Bapaknya pulang dan mabuk parah.

“Mince! Kesini kau!” Laki-laki itu masuk ke kamar Maria. “Kau istri kurang ajar! Berani-beraninya kau kabur dengan laki-laki lain!” Bau alkohol menyeruak. Bapaknya menarik celana Maria.

“Tuhan tolong aku! Aku tak ingin anak ini lahir dengan wajah seperti Bapaknya!” setiap malam Maria berdoa.

Beberapa bulan kemudian warga kampung kembali gempar.  Sekelompok perempuan yang berbaris mencari kutu sedang bergosip ria.

“Kalian sudah lihat anak Maria.” Perempuan pertama berkata dengan Nada ngeri.

“Memangnya kenapa?” Perempuan kedua ingin tahu.

“Anaknya laki-Laki, tapi kulitnya putih bersih. Mereka bilang Albino.”

***

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *