Movie

Eternal Sunshine of the Spotless Mind dan Bagaimana Mengendalikan Pikiran Buruk

025192395925_poster

Ketika memasuki usia pertengahan dua puluh, genre film saya agak sedikit berbeda dari sebelumnya. Sekarang saya lebih suka menonton film-film bergenre drama. Saya kemudian mencari di google, film drama terbaik sepanjang masa dan mendapati film Eternal Sunshine of the Spotless Mind di antara daftar panjang. Judul film ini membuat saya dejavu. Kayanya pernah dengar deh. Ah ternyata film ini menjadi salah satu film yang membuat Kate Winslet meraih nominasi Oscar. Saya termasuk penggemar film Mbak itu. Kebetulan banget, ketika melihat list film di laptop teman, ada film ini. Nah jadinya saya bersemangat menonton.

screen_shot_2016-03-31_at_1-04-27_pm

Eternal Sunshine of the Spotless Mind dibuka dengan adegan Joel (Jim Carey) dan Clementine (kate Winslet) di stasiun kereta api. Ternyata keduanya memiliki tujuan untuk pergi ke sebuah pantai. Pantainya keren, meski tak sekeren pantai terbaik di Bali. Mereka pun saling berkenalan dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah danau yang beku. Siapa yang sangka ternyata Clementine dan Joel sebenarnya adalah sepasang kekasih sebelumnya. Mereka putus karena bosan, lalu Clementin memutuskan untuk menghapus Joel dari kehidupannya. Joel yang mengetahui hal tersebut pun memutuskan untuk  ikut menghapus Clementine di sebuah klinik khusus menghapus ingatan seseorang. Bagaimana kisah cinta Joel dan Clementine seterusnya?

large

Film yang berdurasi 1,30 jam ini mampu membuat saya berpikir lebih dalam tentang sebuah hubungan. Sama seperti hubungan Clementine dan Joel, hubungan kita juga pastinya dipenuhi dengan pertengkaran dan kesalahpahaman. Namun demikian menyelesaikan saat kita sedang marah sama saja dengan menyiram bensin pada api yang sedang berkobar. Pasti akan berubah menjadi lautan api. Joel, adalah seorang yang introvert. Dia senang menghabiskan waktu di rumah. Sementara Clementine seorang extrovert yang senang berpesta. Puncak dari perkelahian mereka adalah ketika Joel menuduh Clementine pergi berpesta sambil meniduri pria-pria.  Sampai di adegan itu saya berpikir tentang saya sendiri. Terkadang saya menjadi seperti Joel, menuduh pacar saya melakukan hal-hal tidak penting. Dia lagi sibuk dan lupa membalas SMS, kita mengiranya sedang bersama perempuan lain. Terjadilah pertengkaran yang berisi tuduhan-tuduhan yang menyayat hati. Akhirnya pertengkaran baru terjadi karena pasangan tersinggung dengan tuduhan kita.

Ada Tiga hal yang saya rasa bisa dijadikan pesan penting bagi kita di film ini. Yang pertama, jangan pernah mengambil keputusan ketika sedang marah. Dalam film ini Joel dan Clementine mengambil keputusan akan berpisah ketika marah. Clementine bahkan mengambil cara ekstrim untuk melupakan yaitu memakai program penghapusan ingatan. Joel pun mengikutinya karena marah pada keputusan Clementine itu. Namun demikian, ketika menjalani proses penghapusan dia menyadari tindakan itu salah. Banyak sekali kenangan baik tentang Clementine yang tidak rela dihapus. Sama seperti kita dalam berpasangan. Jangan sampai kita membuat keputusan saat marah. Ambil napas dalam agar tenang, berpikir barulah kemudian mengambil keputusan.

Yang kedua, menonton film ini membuat saya menyadari betapa prasangka buruk sungguh tak baik. Bukan hanya bagi hubungan, tapi juga bagi kehidupan kita. Kadang kita lebih percaya pada presepsi kita, daripada kenyataanya yang ada. Yaps pikiran kita kadang memanipulasi kita. Dia membuat presepsi yang belum tentu benar  terlihat seperti kenyataan. Jika kita terpengaruh, kita akan cemas dan cenderung mengalami depresi. Joel di film ini misalnya terlihat benar dia terpengaruh sekali dengan pikiran negatifnya dan terlihat sangat depresi. Makanya benar banget perkataan orang bijak “Your mind is cruel weapon.” Pikiran kita adalah senjata kejam yang bisa membunuh kita. Gunakan pikiran kita dengan baik.

Yang terakhir, sebagai manusia kita punya kehendak dan hak untuk memilih. Kamu memilih menjadi baik atau menjadi jahat. Semuanya adalah pilihan. Manfaatkan pilihan itu sebaik mungkin. Kita tidak pernah terlahir untuk menjadi tak berharga, karena kita punya pilihan untuk menjadi berharga. Tuhan menentukan takdir kita dengan memberikan pilihan dan kita diberi hak sepenuhnya untuk menggunakan pilihan itu.

Menurut saya sendiri Eternal Sunshine of the Spotless Mind merupakan film yang sangat menarik untuk ditonton bagi mereka yang berada di usia dua puluhan seperti saya. Film ini menyajikan sisi lain dari hubungan. Jalan ceritanya juga menarik dan tak biasa. Tak heran jika film ini meraih penghargaan Oscar untuk naskah terbaik. Akting Jim Carey dan Kate Winslet juga sangat bagus dan serasi. Ada Mark Rufallo, Kristen Dust, dan Elijah Wood juga loh di film ini. Kalau kamu mengalami kebuntuan terutama dengan pasanganmu, film ini wajib ditonton. Empat dari lima bintang.

 

16 thoughts on “Eternal Sunshine of the Spotless Mind dan Bagaimana Mengendalikan Pikiran Buruk

  1. Nah itu dia kebanyakan perempuan termasuk aku, kalo lagi marah mboyo diemin, jangan diomelin, lah makin meleduk tuh kompor.

    Sedang aku termasuk yg introvert, kalo marah hanya diam. Tapi kalo sampe “terlalu” banget berarti antene marahku keluar huahhaa..

  2. Kalau utk usia hampir 40-an cocok gak nonton ini? Hehehe. Saya juga penyuka genre drama sejak dulu. Kalau dulu sukanya komedi drama, skrg lebih suka yg pure drama (asal bukan drama korea ;p)

  3. Jim Carey itu kok kayak terjebak di stereotype peran konyol/gokil.
    Sama kayak Adam Sandlers. Kalo main film yaa perannya gitu2 doang.

    Adakah peran lain yg serius macam jadi raja tega ato alien bengis yg pernah dimainkan Carey gitu?

    Anyway TFS ya, Ajen.
    Boleh deh coba nonton ini.

  4. aku juga pernah nonton ini nih…jim carey beda banget ya dari film2 sebelumnya, agak2 aneh sih liat dia akting agak serius gtu.

    Film ini asyik sih ditonton, tapi kalo gak liat dari awal suka bingung sendiri..hihii

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *