Category: Habel dan Veronica

Perhentian 1B – Khotbah Romo Tampan tentang kesengsaraan…

Cerita sebelumnya Mereka duduk di bangku keempat dari altar.  Atas kemauan  sang Ibu tentu saja. Vero  menghempaskan pantat dengan enggan, menatap kosong ke arah altar yang putih. Duduk di depannya satu keluarga, Ayah yang berperut sangat gendut dengan lemak di dagu yang besar. Ibu yang tubuhnya berlemak di sana-sini terutama di perutnya yang berlipat tiga.

(Habel dan Veronica) Perhentian 1A – Tugas Khusus dari Bapak Uskup

  Harum melati. Iya Habel tahu betul itu harum melati ketika masuk ke kamar kerja Uskup Agus. Harum yang sama menghiasi hari-hari masa kecilnya. Ibunya punya banyak sekali pohon melati di halaman rumah. Agnes, Ibunya memang senang betul pada melati. “Kau tahu Habel kalau dulu kau dilahirkan sebagai perempuan, kami akan menamaimu melati.” Habel bersyukur