cerpen, Fiksi

(Cerita Anak) – Permohonan Sisi

child_prayer3_679979819

“Mama!!!” Shela berteriak kencang membuat telinga Sisi hampir tuli.

Mama mereka datang tergopoh-gopoh dari dapur dengan dahi mengkerut menatap Shela yang menangis lalu Sisi.

“Sisi, kenapa adik kamu menangis?”

Sisi menarik napas panjang. Dadanya terasa panas karena menahan marah. Dia sedang mewarnai gambar di buku mewarnainya, ketika Shela datang dan menginjak krayonnya. Kontan saja dia menolak adiknya hingga jatuh dan menangis.

“Dia menginjak krayonku sampai hancur, Ma” ujarnya memandang adiknya dengan mata melotot. Dipandang demikian Shela makin menangis kencang dan memeluk kaki Mama. read more

cerpen, Fiksi

(Cerpen) Kisah Joko

Catatan : Ini merupakan cerpen terakhir yang saya tulis. Saya tulis tahun 2016 awal dan akan diikutsertakan dalam kumcer gigiperigi yang gagal hihihi.. Ya sudahlah saya posting sini aja

Joko

Tepat pukul lima belas, Joko telah selesai mempersiapkan semua perlengkapan  sulapnya. Dia menggantung jas hitamnya hati-hati di dalam lemari.  Itu satu-satunya lemari di dalam karavan  milikknya. Lemari itu tertempel di sudut kiri karavan, tepat di samping tempat tidurnya. Sama seperti anggota karnaval Gigirperigi lainnya, dia menginap  di karavan yang terparkir tak jauh dari karnaval. Joko mengelus-ngelus lengan jasnya sebentar, sebelum menutup kembali lemarinya. Jas  itu sudah berumur sepuluh tahun, tapi masih terlihat baru karena selalu dirawat dengan telaten. Seperti dia merawat tempat sirkus miliknya. Joko selalu  merasa dadanya berbunga-bunga ketika memikirkan sirkusnya. Sepuluh tahun berlalu,  sejak dia bergabung bersama Gigir Perigi. Dan kini sirkusnya telah menjadi besar dan salah satu wahana yang ditunggu-tunggu. Dia tiba-tiba merasa lelah. Untungnya, dia masih punya sejam untuk beristirahat sebelum karnaval Gigir Perigi dibuka pukul empat nanti. Panggung sirkus dibuka pukul enam, jadi dia masih punya waktu dua jam untuk bersiap-siap setelah Gigirperigi dibuka.   Segera Joko mengalihkan padangan ke arah jendela caravan. Beberapa atap tenda terlihat di lapangan besar Kertamaya yang memang khusus disewa untuk karnaval mereka. Perasaan berbunga-bunganya tiba-tiba lenyap diganti perasaan gundah. Kertamaya selalu menyisipkan duka di hatinya. Duka yang kemudian membuat gumpalan nelangsa aneh di dalam hatinya. read more