Artikel | Kesehatan Jiwa

Bahagia adalah Berbuat Baik bukan Mencampuri Urusan Orang Lain.

January 16, 2018
Bahagiaaa
Bahagia Itu Sederhana

Bahagia adalah berbuat baik bukan mencampuri urusan orang lain. Beredarnya petisi agar Ahok dan Veronica tidak cerai bikin saya miris. Pantas WHO mengatakan tingkat depresi di Indonesia akan meningkat dua kali lipat di tahun 2020. Keinginan masyarakat Indonesia untuk mencampuri urusan orang lain sungguh kronis dan susah disembuhkan. Coba hitung berapa kali kamu yang 20an akhir dan masih jomblo ditanya kapan menikah, lalu nasehat betapa belum menikah di usia segitu memprihatinkan. Saya yakin pasti jumlahnya bisa buat beli mas kawin. Disadari atau tidak orang Indonesia doyan banget mencampuri urusan orang lain.

Lalu, apakah mengurusi urusan orang lain ini membuat kita bahagia? Jawabannya tidak. Albert Camus pernah bilang “Agar bahagia kau tidak boleh ikut campur urusan orang lain.” Alasannya sederhana ketika kau mencampuri urusan orang lain, kau akan lupa urusanmu sendiri. Kaya orang-orang yang tanya kamu kapan nikah itu, dia enggak pikir apa anak gadisnya sendiri yang mungkin sekarang masih SMA tapi ada kemungkinan besar menjomblo juga sepertimu?

Pada kasus Ahok misalnya, orang beramai-ramai bikin petisi perceraian, tanpa melihat keluarga masing-masing. Apakah istri atau suami sudah bahagia? Apakah bibit perceraian ada di dalam keluarga sendiri? Apakah pernikahan sendiri sudah bahagia? Kita cenderung melihat kuman di seberang lautan daripada gajah di pelupuk mata. Kita melihat ketidaksempurnaan orang lain dan memperbaikinya. Jika kita yang tidak sempurna, maka kita akan menyalahkan orang lain sebagai penyebab ketidaksempurnaan kita. Hasilnya kita terus menyalahkan orang lain tanpa memperbaiki diri. Perilaku mencampuri urusan orang lain ini sebaiknya dikurangi.

Namun demikian kebahagian juga tak lepas dari pengaruh orang lain. Berbagai penelitian mengungkapkan beberapa ciri orang yang bahagia. Orang yang bahagia hubungan sosialnya lebih baik daripada orang yang tidak bahagia. Orang yang bahagia lebih banyak bersyukur daripada orang yang tidak bahagia. Dan yang terpenting semakin banyak orang membantu orang maka semakin bahagia dia.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Otoke, at al (2010) di Jepang tentang bagaimana hubungan perilaku kebaikan dengan kebahagian mengemukakan bahwa orang yang berbuat baik pada orang lain cenderung lebih bahagia daripada orang yang tidak membantu orang lain. Sementara itu ketika seorang bahagia dia tidak hanya berpikir untuk berbuat baik tetapi juga melakukan hal baik. Penelitian ini jelas mengungkapkan bahwa orang bahagia akan selalu berbuat baik seperti membantu bukan malah mencampuri urusan orang lain.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa ketika seseorang menyadari dia telah banyak berbuat baik, maka dia meningkatkan harapan untuk lebih banyak berbuat baik, menyadari dirinya orang baik, dan lebih banyak melakukan hal baik. Hal tersebut membuat dia lebih positif melihat hidupnya dan membuat dia lebih bahagia. Kebaikan adalah sebuah kekuatan yang mempengaruhi kesejataeraan manusia. Kebaikan membuat hubungan sosial dan kepribadian yang baik dan tentu saja membuat seseorang bahagia.

Lalu apakah kamu sekarang tidak bahagia? Coba diingat kamu seringnya membantu atau mencampuri urusan orang lain. Menasehati dan bahkan mengolok-olok orang lain belum menikah atau mendoakan dia memiliki jodoh. Menghujat Jedun dan pelakor lainnya atau memperlakukan pasangan lebih baik lagi agar dia tidak selingkuh. Membuat status menyindir tentang orang bunuh diri atau membagi status tentang call centre jika seorang ingin bunuh diri. Menghina tampilan orang asing yang aneh atau tersenyum padanya. Ikutan poling agar Ahok dan Veronica cerai atau mendoakan keduanya kuat dalam masalah mereka. Bisa jadi kamu enggak bahagia karena selama ini kamu selalu mencampuri urusan orang lain dan tidak pernah berbuat kebaikan.

Only registered users can comment.

  1. Damn. Mungkin ini juga sih yang menyebabkan kenapa aku bahagia. Aku kerap menulis artikel membahas tentang orang lain. Aku juga kerap memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangku. At that time, i feel highly depressed and in the end, i didnt do what i supposed to do.

    I just think of everyone else.
    I need to find my own happiness right now.

  2. ok noted.. bahwa orang yang berbahagai akan cenderung untuk berbuat baik dan tidak kepo urusan orang lain dan bahkan mencampuri ya. Mungkin yang mencampuri masih merasa kalau ikut “membantu” padahal itu pikiran dia saja.

  3. Wow…saya baru tau ada petisi untuk Ahok…duh, saya kudet ya…hihihi

    Dan saya pun heran, mengapa harus ada petisi? Bukankah itu urusan internal rumah tangga mereka? Mereka yang tahu dan mereka yang menjalani. Jadi, tolonglah… Gak perlu ikut campur urusan orang lain.

    Menjadi orang yang bahagia itu, sederhana aja, ya, Kak. Banyak bersyukur dan banyak berbagi atau berbuat baik. Sederhana, bukan? Tinggal pelaksanaannya aja…:))

  4. kalau saya boleh beropini dan ini sudah saya praktikkan, bahagia adalah ketika saya dapat mengendalikan semuanya di sekitarku.
    contoh, seperti kita sedang di situasi yang digunjingi orang, saya akan membuat gesture atau menjawab itu dengan psikologi pembalik. Dengan itu, gunjingan akan berhenti (walaupun sesaat sampai setelah saya pergi)
    namun efeknya adalah, kita menjadi tidak banyak pikiran dan bahagia terlepas dari si Monkey Mind.
    Monkey Mind : istilah yg digunakan di Buddha untuk pikiran kita yang campur marut seperti kera

  5. hahaha, orang kita emang suka banget kepo dan mencampuri urusan orang lain ya, mungkin sifat kegotongroyongan yang ditanamkan oleh leluluhur membuat kita ikut merasa apa yang dirasakan oleh orang lain. hihihi. walhasil, urusan sendiri enggak kelar, eh asyik mencampuri urusan orang lain. walhasil, filosofi gotongroyong membantu sesama udah salah arah

  6. bahagia itu ternyata sederhana ya
    tapi kadang perbedaan mencampuri urusan orang lain dengan care atau perhatian itu beda tipis kali ya ?
    mungkin mencampuri terlalu grasak grusuk dan ga ada etika, tp klu care lebih kepada peduli dengan hal hal yang baik

  7. Untuk kasus tertentu seperti Ahok…gak penting sih ngurusin ya..karena gak kenal..bukan sodara juga…

    Tapi jika sodara sendiri… mungkin kita bisa menyumbangkan pikiran dan solusi..

    Jangan sampai dengan keluarga sendiri..terkesan nggak peduli…, Dengan alasan tak mau mengurusi urusan orang lain…

    Nanti dikatain sombong…, Ya liat momentum yg tepat lah..

    1. Peduli itu mbakk.
      Sebenarnya kalau keluaega sendiri yang cerai kita juga engvak usaha imit campur kaya menyalahkan si suami atau apa..
      I tinya pedulia ajaa sih

  8. Alhamdulillah…
    Aku uda gak nonton tipi sama sekali ((karena gak ada yang mau benerin kabel antenanya siik…))
    Jadi aman, gak tau banyak hosip.

    Tapi jelek gak yaa…kalau gak tau berita terkini?

  9. Hihihi bener banget ajen, ingkat kepo dan ingin ikut cmpur masyarakat kita sangat tinggi, dulu belum punya anak selalu ditanyain dan dikasih saran ini itu, disuruh ini itu, bahkan dikepoin hubungan suami istri, duh sebel deh, dan memang benar orang bahagia itu akan lebih banyak menmbenahi dirinya sendiri daripada ikut campur urusan orang lain

  10. Mencampuri urusan orang lain itu terkadang nikmat loh Jen 😌 membuat kita lupa masalah sendiri #plak. Jadi polanya; mereka tidak bahagia, untuk melupakan masalah sendiri mereka mencampuri urusan orang lain, kali saja dengan begitu membuatnya sadar banyak orang yang jauh lebih menderita, sukur-sukurnya jatuhnya jadi bersyukur dengan yang ia punya, berhentilah disitu. Masalahnya memcampuri urusan orang lain itu candu maka semakin tidak bahagialah mereka dan akhirnya menjadi lingkaran setan yang gak ada ujungnya. Ia gak si? *balik nanya hahaha*

    Orang yang suka mencampuri urusan orang lain aku rasa punya banyak waktu luang deh 😬

  11. hahahah, itu yg bikin petisi cari sensasi aja… yg nangis2 di medsos apalagi… Hadeh, ngobrolin boleh2 aja sih tapi gak usah terlalu baper… Not our business

  12. bener banget mba Ajen kadang kebanyakan orang lebih memperhatikan kuman di seberang lautan daripada gajah di pelupuk mata ya..
    Makanya dari pada aku kebawa-bawa aura negatif dari sikap yang begitu itu, aku lebih pilih cuek bebek gak kepo sama urusan orang lain padahal urusan aku sendiri justru lebih sering di kepoin orang hehe

  13. Saya juga males banget nyampuri urusan orang terutama kerjaan kantor dan gosip hangat. Kecuali dimintai tolong ama ybs sik. Klo ada yang bergosip cepetan minggir teratur. Takutnya kalo ini kita ngikut ngobrolin orang, lain waktu bisa jadi korban. Takutttt

  14. di indonesia sering banget orang yang berbuat seperti itu. kita yang punya urusan tetapi, orang lain yang malah ikut ikutan. kalo sekedar memberikan saran atau kritikan yg bermanfaat gpp tapi kalo nyimpang dan sok sokan ikut campur urusan orang mau pengen di anuin org itu

  15. Hmmm.. iyap, sekarang kebanyakan orang terlalu banyak lupa buat bahagiain yang di dekat, terlalu sibuk atau bahkan sengaja nyibukin diri sama yang ga patut…
    Yaa,, masyarakat masih perlu arahan πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *