Artikel

Alasan Mengapa Hubungan Cintamu selalu Gagal, menurut Sains

img_4607

Menarik dan pintar, tapi nggak beruntung pada masalah cinta? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kau tak boleh menyalahkan keberuntungan. Namun cara berpikirmu yang melihat seseorang lebih ke hal negatif

Sejak lama aku punya kebiasaan membaca Time setiap pagi dan pagi ini kebiasaan itu membawaku ke sebuah artikel penelitian
tentang alasan gagalnya sebuah hubungan, yang dimuat di buletin personality and social psychology.

Kamu mungkin sering mendengar sebuah ucapan paling hits kalau seseorang memutuskan kamu.

“Maaf kayanya aku nggak baik buat kamu.”

Tahukah kamu bahwa arti kata itu sebenarnya “Kamu nggak baik buat aku!” Benar sekali sodara-sodara menurut penelitian tersebut di atas gagalnya sebuah hubungan karena kita manusia kadang lebih fokus pada hal negatif pada pasangan kita, meski banyak hal positif yang ada pada dirinya. Gagalnya sebuah hubungan kebanyakan karena seseorang melihat sisi negatif terlalu sering pada pasangannya. Bahkan hanya dua hal negatif dari pasangan mampu membuat sebuah hubungan kandas.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Florida, Western Sydney University, Indiana University, Singapore Management University, and Rutgers University, ini menggunakan informasi dari 6 penelitian independent, peneliti menentukan faktor-faktor yang paling sering membuat hubungan kandas. Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Pasangan tidak lagi menarik
2. Gaya hidup tidak sehat
3. Karakter yang tak menarik
4. Sosial status yang kurang
5. perbedaan agama
6. perbedaan prinsip dalam hubungan
7. Tidak Jujur
8. Perbedaan cara pandang tentang pernikahan

Hal yang menarik dikemukan bahwa Pemicu di atas lebih kuat berpengaruh pada Perempuan dan mereka yang berada di hubungan yang berkomitmen.

Namun demikian penyebab putus pada seseorang bisa jadi penyebab ketertarikan pada orang lain. Jika seseorang adalah seseorang yang impulsive, beberapa orang akan tertarik pada sifatnya itu. Namun bagi beberapa orang yang mudah ditebak, mungkin tidak tertarik pada karakter implusif tersebut.

Peneliti juga mengevaluasi penyebab kandas di hubungan pertemanan. Efek kepribadian negatif tidak sekuat ketika seseorang berada di hubungan percintaan, tetapi beberapa penyebab kandas seperti tidak jujur dapat menyebabkan hubungan hancur.

Lalu bagaimana penelitian ini bisa membuat hubungan asmara kita menjadi lebih baik?
Aku sendiri merasa setelah membaca artikel tersebut, aku menyadari sampai detik ini aku masih sering melihat hal negatif pada pacar. Apalagi kalau berantem. Whuzzz.
Yaps melihat hal posiif dalam diri pasangan lebih sering daripada hal negatif adalah langkah awal dan terutama agar hubungan lancar. Aku sendiri ingin mengaplikasikan hal tersebut di atas pada hubunganku sendiri. Makanya aku mencoba menerjemahkan artikel Time dan menulisnya di blogku. Biar kamu juga ikut membaca dan semoga berguna šŸ™‚

So mari kita fokus ke hal positif dalam pasangan kita agar hubungan kita terus langgeng. Toh pada akhirnya berpikir positive itu akan membuat hidup menjadi lebih baik.

1 thought on “Alasan Mengapa Hubungan Cintamu selalu Gagal, menurut Sains

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *