Afternoon with Joko – The Hours: Kamu Bahagia maka Menikah, bukan Kamu menikah maka bahagia

Akhir tahun 2017, saya menonton The Hours, film yang mengantar Oscar ke lemari pajangan Nicole Kidman.

images (4)

Film ini diangkat dari Novel laris karangan Michael Cunningham. Saya membaca buku ini tahun 2012 lalu menyerah, karena terjemahan yang buruk haha. Waktu lihat film ini di Hooq, saya memutuskan untuk mengakhiri 2017 dengan menontonnya. Pilihan yang baik. Film ini mengajarkan arti baru tentang kebahagian. Joko datang tepat ketika adegan Virginia menulis surat untuk suaminya Leonard. Kami menonton bersama dan ini adalah catatan obrolan kami, Afternoon with Joko

The Hours berpusat pada 3 perempuan. Virginia Woolf, Clarissa Daughn, dan Laura Brown. Ketiganya terikat pada satu buku yang sama yaitu Mrs Dalloway. Virginia menulis buku itu, Laura Membacanya, dan Clarisa memerankannya. Ketiga-ketiganya memiliki masalah yang berbeda-beda. Virginia dengan halusinasi dan Bipolar Disordernya, Laura dengan kebosanan akut pada pernikahannya, dan Clarisa kekhawatiran pada temannya Richard yang hidup dengan Aids.

Film dibuka pada tahun 1920an saat Virginia Woolf menulis bukunya. Lalu 1950an ketika Laura dan Anaknya Richie membuat kue untuk Suaminya, dan 2001 saat Clarisa menyiapkan pesta untuk Richard yang diberi penghargaan untuk novelnya.

Bagaimana kisah mereka, tontonlah. Berikut percakapan saya dan Joko.

“Ini film yang bagus untuk menutup akhir tahun, sejujurnya gue udah bosan dengan hobi baru lu menonton Tinker Bell akhir-akhir ini.” Sudut bibir kanan Joko terangkat. Si kampret mencemooh selera filmku rupanya. Aku memang lagi senang menonton TinkerBell. Dari episode dia terlahir dari tawa bayi sampai melawan Peri Perompak. Namun kisah Tinker Bell biarkan dibahas di lain postingan.

“Tapi kau yang berteriak paling kencang saat episode sayap Tinker patah kan?”

“Jadi kita mau bahas tinker bell atau the hours?”

“Ok baiklah.. The Hours film yang sangat menarik. Semacam fanfiction novel Virginia Woolf. Kau sudah baca novel Mrs Dalloway itu?”

” Yah, sudah. Clarisaa, sama seperti tokoh kita di The Hours ingin membuat pesta untuk temannya. Bedanya di The Hours nama temannya itu Richard yang adalah nama suami Clarisa di Novel Mrs. Dalloway.”

“Si Michael pengarang The Hours mengidolakan Virginia Woolf.”

“Siapa yang tidak? Gue mencintai semua karyanya. Ah, yah Jen mari kita bahas Film ini. Kita bahas tokoh-tokoh saja bagaimana? Siapa tokoh favorit lu?”

IMG_20180102_083717

(Laura and Richie)

“Laura Brown, bukan karena aku mengidolakan Julie Moore, tetapi kisahnya sangat penting untuk dibahas di era sekarang ketika kebanyakan orang mengukur kebahagian haqiqi adalah menikah.”

“Maksudnya?”

“Gini loh, Laura adalah contoh perempuan yang tidak bahagia dalam pernikahan. Lisa Wade, PHD seorang Profesor mengungkapkan bahwa perempuan lebih tidak bahagia dari Laki-laki dari pernikahan dan salah satu faktor penyebab hal itu karena dia tidak bahagia sebelum menikah. Dengan kata lain tidak ada hubungan antara kebahagian dan tidak menikah. Jika kau tidak bahagia, menikah tidak akan mengubah hal itu. Yah cara terbaik untuk pernikahan bahagia adalah bahagia dulu sebelum menikah.”

“yah setuju, Laura memang depresi sejak awal. Coba liat dia lebih sering tidur-tiduran, gampang marah, dan bahkan ingin bunuh diri. Dia emang nggak cinta suaminya, dia lesbi nggak sih sebenarnya?”

“Nah bisa jadi, kalau aku bilang sih dia hanya kepaksa gitu nikah sama suaminya. Tahun kan tahun 1950an di USA pernikahan adalah hal utama dan terutama untuk bahagia. Seperti Indonesia jaman now.”

“Orang-orang dipaksa untuk menikah demi menjaga martabatnya. Hasilnya pernikahan itu tidak bahagia. Kasihan suami dan anak-anak Clarissa pada akhirnya.”

“Menikah dan menjadi Ibu memang bukan pekerjaan yang gampang. Makanya kamu harus bahagia sebelum memutuskan untuk menikah, bukan sebaliknya. Kalau kamu siapa tokoh favoritmu, Joko?

IMG_20180102_083907

(Virginia  and Leonard Woolf)

“Virginia Woolf by Nicole Kidman. Kidman berhasil menghidupkan jiwa Virginia yang rapuh. Lu tahukan dia mempunya Skizofrenia dan Bipolar Disorder. Dengan melihat Virginia versi Nicole Kidmam, kita sudah menduga dia sakit mental.”

“Iya Oscar sangat pantas untuk Nicole Kidman. Jadi kau suka Virginia karena diperankan oleh Nicole Kidman?”

“Tidak juga, Gue suka Virginia karena memberi harapan bahwa suami sebaik suaminya ada di dunia ini. Leonard Woolf pria yang baik, setidaknya di film itu. Selain itu hidup dengan penyakit mental benar-benar mengerikan. Saat lu berjalan dan melakuan sesuatu bahkan menulis, suara-suara dan perasaan menyalahkan diri sendiri itu tetap ada. Maksud gue, lu hidup hanya untuk merencanakan kematian lu.”

“Yah memang. Makanya jangan pernah meremehkan kesehatan mentalmu dan orang lain. Dalam film ini Si Richard teman Clarisa juga mengalami halusinasi bukan? Tebak apa itu karena Ibunya Laura depresi dan tidak mempedulikannya. Makanya seorang perempuan harus bahagia sebelum memutuskan menikah. Jika dia tidak bahagia dan bahkan mengalami gangguan mood bisa kau bayangkan perlakuan pada anaknya. Kepribadian kita ini sangat dipengaruhi kepribadian ibu kita dan sangat mempengaruhi anak-anak kita. Jadi menikah itu bukan hanya sekedar mengucapkan janji di Gereja atau saat Ijab Kabul. Tidak.”

“Setuju, Penting banget untuk bahagia dan dewasa sebelum menikah, karena masa depan anak kita, anak-anak, anak kita dan keturunan mereka ada pada kita. Keluarga lah faktor utama yang menentukan baik atau buruk kepribadian seseorang.”

“Wah Joko Bijak!”

“Bukan bijak, konsep pernikahan yang bijak. Sampai di sini gue takjub sama orang yang memilih tidak menikah. Menurut gue mereka beranggapan mereka bahagia dengan tidak menikah dan menikah akan membuat mereka tidak bahagia.”

“Menikah itu pilihan. Kalau kamu memilih menikah, maka hendaklah pilihan itu adalah pilihanmu bukan pilihan orang lain. Sebab itulah yang membuat pernikahan gagal. Bukan kamu yang memilih menikah, tetapi pernikahanlah yang memilihmu karena paksaan orangtua dan masyarakat.”

The Hours film yang menarik. BTW gue baru tahu kalau sejak awal Virginia pengen si Clarissa bunuh diri. Jadi penulis emang enak yah, bisa bunuh orang kapan pun dia mau. Lu nggak mau nulis-nulis lagi?”

“Ini gue lagi nulis.”

IMG_20180102_083828

(Clarissa and Richard aka Richie)

“Novel atau cerpen maksud gue. BTW gue baru ngeh kita belum bahas Clarisa yang diperankan Meryl Streep.”

“Aku cuma bisa bilang akting dia keren. Yang jadi Richard itu dapat nominasi oscar kan? Sayang aja The Hours kalah dari Chicago..”

“Saat film ini tayang lu kelas berapa?”

“2002, Satu SMP”

“Dih, udah tuaa. Kok belum nikah?”

“Kampret kau, Joko!”

36 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *