3 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Posting di Media Sosial


Beberapa waktu lalu aku menemukan sebuah berita tentang seseorang Ibu yang ditahan polisi karena membuat status FB berisi hinaan pada suatu lembaga pemerintah. Jujur saja membaca berita itu membuat aku berkaca pada diri dan menyadari aku juga suka tidak bijak dalam membuat status di media sosial. Bahkan ada postinganku yang menyinggung beberapa orang.

Bijak-Media-Sosial

Sadar atau enggak, facebook dan media sosial lainnya memberi kita semacam kebebasan untuk mengutarakan apapun yang kita inginkan. Terkadang kebebasan itu membuat kita lepas kendali dan menulis hal-hal yang harus kita pertanggungjawabkan. Karena itu penting banget buat kita untuk menulis status FB yang dapat kita pertanggung jawabkan. Setelah berselancar dan membaca berbagai tulisan di internet, berikut 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis postingan di media sosial

  1. Postingan itu benar

Pastikan untuk menulis sesuatu yang benar atau tidak dikarang-karang. Jangan memposting sesuatu yang bersifat hoaks. Untuk itu penting banget untuk melakukan double cek tentang satu isu sebelum menyebarkannya.

  1. Postingan itu bermanfaat

Pastikan menulis sesuatu yang berguna bagi orang lain. Menulis makian, kemarahana, kebencian adalah contoh hal yang kurang baik. Menulis hal lucu dengan maksud bercanda pun sebaiknya dilihat kembali manfaatnya. Karena jika ada yang tersakiti, itu bukan lagi candaan

  1. Postingan itu baik

Baik di sini adalah tidak menimbulkan maksud buruk. Contoh postingan buruk yang sering ada di media sosial, menghina fisik seseorang, menghina suku agama ras dan golongan, memposting gambar porno, membagikan gambar mayat korban kecelakaan dan sebagainya, menghina seseorang atau lembaga tertentu dan lain-lain. Postingan baik adalah postingan yang positif.

Aku pribadi sudah mulai melakukan 3 hal di atas sebelum memposting sesuatu di media sosial. Baik, bermanfaat, dan fakta. Dengan kita menyebarkan hal baik melalui media sosial, kita punya kesempatan besar mempengaruhi orang lain untuk berbuat baik.  Kita juga akan dikenal orang sebagai seseorang yang selalu share hal baik. Semacam membranding diri positif dengan share hal positif.  Berbicara tentang branding, self branding itu penting loh. Terutama kalau suatu waktu kita ingin melamar ke perusahan besar atau membuka bisnis. Banyak juga perusahan yang melakukan pengecekan di sosial media. Kalau kita terbiasa menulis hal baik, itu jadi karakter kitaa dan kita akan dikenal luas. Karena sosial mediaa punya kekutan besar untuk membentuk branding kita. Aku jadi ingat soal Uda Wempy Dicota Koto.

Wempi Koto

Uda Wempi ini adalah CEO Wardour and Oxford (WaO) sebuah Konsultan bisinis yang bekerja sama dengan brand luar negeri maupun brand lokal di Indonesia. WaO sudah berjalan selama 20 tahun dan kini sedang berupaya untuk meningkatkan brand-brand lokal Indonesia untuk dipasarkan ke luar negeri. Menurut Uda Wempy, bisnis lokal indonesia punya kesempatan besar untuk bisa sukses di pasar dunia.  Hal itu karena Uda Wempy kuliah di luar negeri dan melihat bahwa penguasaha lokal bisa sukses dengan strategi pemasaran yang bagus. Sebagai ahli di bidang  manajemen konsultan, Uda Wempy sudah banyak mengenalkan prosuk lokal ke dunia.

Instagram-Wempy-Koto

(Contoh postingan IG Uda Wempy yang menginspirasi)

Berbicara soal postingan di sosial media,  Uda Wempy selalu menggunakan sosial medianya untuk berbagi hal baik, benar dan bermanfaat coba cek aja ke instagramnya. Kamu akan mendapati banyak hal-hal inspiratif. Yang jelas ingatlah untuk menggunakan sosial media dengan bijak.

 

14 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *