Fiksi

(Flash Fiction) Kereta

Kami duduk berdampingan. Jas hitam kami tampak kontras dengan gerbong yang putih. Hanya ada kami berdua. “Aku tak menyangka kita bisa bertemu di sini. Aku minta maaf.” Dia membuka suara, cukup besar sehingga terdengar jelas di sela-sela bunyi kereta yang memekakkan telinga. Tidak ada dendam dan benci yang tersisa di dadaku. “Aku yang seharusnya minta […]

Continue Reading