Fiksi

(Flash Fiction) Kereta

images (10)

Kami duduk berdampingan. Jas hitam kami tampak kontras dengan gerbong yang putih. Hanya ada kami berdua.

“Aku tak menyangka kita bisa bertemu di sini. Aku minta maaf.” Dia membuka suara, cukup besar sehingga terdengar jelas di sela-sela bunyi kereta yang memekakkan telinga.

Tidak ada dendam dan benci yang tersisa di dadaku.
“Aku yang seharusnya minta maaf sudah membuatmu berada di sini.” Kata-kataku tulusa dan membuatku sedikit heran.

“Aku kaget melihatmu di sini. Hampir lebih kaget dari saat kau memergokiku dengan Dewi.” read more